in

Rutinitas Jelang Peringatan HUT Kemerdekaan, Warga Lakukan Kerja Bakti Hias Kampung

Warga memasang umbul-umbul menyemarakkan HUT RI ke 76 di Kampung Lempongsari II RT III, Kelurahan Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang.

 

HALO SEMARANG – Rutinitas jelang peringatan hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kegiatan kerja bakti marak di berbagai daerah di Kota Semarang.

Warga berlomba-lomba memasang pernak-pernik khas untuk 17 Agustus. Mulai dari pemasangan umbul-umbul, pengecatan gapura, serta hiasan-hiasan lainnya.

Semangat akan kemerdekaan terlihat seperti yang dilakukan oleh warga Kampung Lempongsari II RT III, Kelurahan Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang.

Ketua RT 3 Kampung Lempongsari II, Ginarto mengatakan, tanpa adanya arahan untuk berhias, warganya setiap awal bulan Agustus selalu tampil di depan menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) RI yang tahun ini berusia 76 tahun.

“Kegiatan itu sudah menjadi rutinitas sejak awal bulan Agustus. Biasanya saat hari kerja, dilakukan pada malam hari. Namun karena hari libur, mereka sudah bersiap dari pagi,” kata Ginarto saat ditemui halosemarang.id, Rabu (11/8/2021).

Diungkapkannya, seluruh warganya, mulai dari kalangan muda hingga tua bahu-membahu melakukan kerja bakti. Tergantung bentuk kemampuan dan keahlian yang dimiliki warga.

“Mereka saling berbagi tugas. Para bapak-bapak melakukan pekerjaan, sementara yang wanita mempersiapkan makanan,” ungkapnya.

Ia menuturkan, para warga telah mengalami fase bosan dalam pandemi Covid-19. Oleh karena itu, sambungnya, warga memanfaatkan momentum tersebut untuk melepas penat dan bersenda gurau.

“Kegiatan ini mereka bisa ketemu lagi secara langsung. Kemudian mereka senang, itu kan bisa meningkatkan imun. Sebelumnya kan hanya lewat handphone,” tuturnya.

Kendati demikian, ia menyampaikan, selama pandemi sejumlah kegiatan unik menyambut HUT Kemerdekaan RI ditiadakan. Seperti adanya lomba, mulai dari makan kerupuk, memasukkan paku dalam botol, balap karung, tarik tambang, dan lainnya.

“Ketika sebelum pandemi, setiap sore selalu ada lomba. Dari usia anak-anak sampai orang tua. Jelang kemerdekaan di sini selalu ramai,” ujarnya.

Pada malam 17 Agustus, warganya selalu mengadakan syukuran untuk tirakatan. Kali ini, pihaknya masih akan menunggu keputusan dari pemerintah.

“Belum tahu, nanti menunggu edaran dari kelurahan. Soalnya masih PPKM,” terangnya.(HS)

Share This

Pemkab Beri Dukungan Kepada Atlet Kendal Yang Akan Berjuang PON XX Dan PEPARNAS XVI

LBH Semarang Siap Perjuangkan Pejuang Lingkungan Hidup Yang Diduga Dikriminalisasi