in

Rumah Zakat dan Filantropi Indonesia Berikan Edukasi Cuci Tangan Sejak Dini

Kegiatan edukasi cuci tangan sejak dini, yang merupakan rangkaian road show "Kolaborasi Untuk Sosialisasi Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat" yang di gelar selama sepekan, Minggu-Rabu (15-18/10/2023).

HALO KENDAL – Dalam rangka Hari Cuci Tangan se-Dunia yang diperingati setiap 15 Oktober, Rumah Zakat sinergi dengan Filantropi Indonesia mengadakan edukasi cuci tangan sejak dini. Kegiatan merupakan rangkaian road show “Kolaborasi Untuk Sosialisasi Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat” yang di gelar selama sepekan, Minggu-Rabu (15-18/10/2023).

Kegiatan menyasar 500 orang dari beberapa daerah di Kendal, yang dibagi dalam dua segmen. Yaitu segmen dewasa dan segment anak-anak, yang dipusatkan di Desa Kebonharjo, Kecamatan Patebon dan Desa Manggungsari, Kecamatan Weleri.

Relawan Inspirasi Rumah Zakat, Siti Munawaroh mengatakan, kegiatan edukasi untuk segmen anak-anak bertujuan untuk memberikan edukasi cara hidup bersih dan sehat, terutama cuci tangan sejak dini.

“Anak-anak ini kan termasuk golongan rentan terkena penyakit yang penyebabnya karena perilaku yang tidak bersih. Misalnya tidak cuci tangan ketika mau makan. Selain itu masih polos. Sehingga harus ditanamkan perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini,” tuturnya, Rabu (18/10/2023).

Apalagi, lanjut Munawaroh, selepas pandemi covid 19, perhatian masyarakat dan aparat pemerintah untuk mensosialisasikan perilaku hidup bersih dan sehat berkurang. Akibatnya, masyarakat banyak yang abai, salah satunya adalah soal cuci tangan.

“Ya, untuk perilaku hidup bersih harusnya sering-sering di sosialisasikan. Dulu ketika covid, hampir tiap sudut lingkungan ada himbauan tersebut dan setiap rumah menyiapkan hyegene kit. Tapi sekarang hampir tidak ada, sehingga jadi menurun kesadaran,” imbuhnya.

Untuk itulah dengan moment Hari Cuci Tangan se-Dunia, Rumah Zakat hadir untuk mengedukasi perilaku hidup bersih dan sehat.

Acara dikemas semenarik mungkin. Ada senam sehat, sikat gigi anak-anak bersama, makan makanan sehat murah, wisata bersama, selain tentunya materi sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.

Untuk anak-anak menyasar anak PAUD An Najah dan TPQ Al Kholiliyah Desa Kebonharjo. Materi yang disampaikan berupa cara cuci tangan yang baik, cara sikat gigi yang baik, pengenalan makanan yang sehat dan murah, edukasi jajan yang sehat. Selain mendapatkan materi edukasi, para peserta mendapatkan hygiene kit. Ada sikat gigi, sabun cuci tangan.

Sementara itu Hanik Rohwati selaku Kepala PAUD An Najah mengucapkan terima kasih kepada Rumah Zakat dan Filantropi Indonesia atas terselenggaranya kegiatan edukasi dalam rangka Hari Cuci Tangan se-Dunia.

Diungkapkan, sebenarnya PAUD ingin mengadakan kegiatan tersebut, sambil memberi hyegene kit ke murid-muridnya berupa sikat gigi. Namun karena keterbatasan dana, sehingga belum dilaksanakan sampai kemudian ada kegiatan ini.

“Anak-anak kalau diajari saja tanpa praktik kurang mengena. Makanya perlu juga alat peraganya. Padahal anggaran kami terbatas. Makanya kami sangat terbantu sekali dengan kegiatan Rumah Zakat dan Filantropi Indonesia ini,” ungkapnya.

Sedangkan menurut pengakuan Eko Budi Utami, Kepala Desa Manggungsari, dirinya mengapresiasi kegiatan edukasi cuci tangan. Karena sebelumnya pernah ramai saat covid kemarin, tapi sekarang sudah sepi. Padahal namanya edukasi itu perlu disampaikan berulang-ulang, seperti yang dilakukan Rumah Zakat dan Filantropi Indonesia. (HS-06)

Dipasangkan dengan Mahfud, Ganjar Pastikan Hukum di Indonesia Tegas, Tak Lagi Abu-Abu

Pj Gubernur Jateng Tekankan Kolaborasi Demi Kondusifitas Pelaksanaan Pemilu