Rukun Tetangga di Batang Dilibatkan Cegah Covid-19

Sosialisasi program organisasi masyarakat di Pendapa Kabupaten Batang. (Foto : dok)

 

HALO BATANG – Para pengurus rukun tetangga (RT) di Kabupaten Batang, dilibatkan untuk ikut memutus mata rantai penularan Covid-19. Salah satu cara yang bisa dilakukan, adalah membantu warga yang masuk kategori orang tanpa gejala (OTG), agar dapat melakukan isolasi mandiri.

Dalam sosialisasi program organisasi masyarakat di Pendapa Kabupaten Batang, Bupati Batang Wihaji mengatakan Pemkab Batang saat ini juga sudah punya program swab gratis, setiap Kamis.

“Dengan swab, tracing dan tracking, harapannya dapat mengurangi penyebaran wabah Covid-19. Peran RT dapat melokalisasi warganya yang terkonfirmasi dengan status Orang Tanpa Gejala, untuk melakukan isolasi mandiri,” bebernya.

Wihaji mengungkapkan, Pemkab Batang tidak hanya menyuruh isolasi saja, tetapi juga memberi bantuan Rp1 juta, sebagai ganti selama 14 hari, dan bantuan paket sembako.

“Sampai saat ini perkembangan Covid-19 di Batang sebanyak 810 orang. Terkonfirmasi positif hari ini ada 14 orang, sembuh hari ini ada tiga orang, dirawat di rumah sakit 44 orang, isolasi mandiri 130 orang, sembuh 588 orang, meninggal dunia 48 orang,” paparnya.

Bupati mengimbau supaya masyarakat tidak boleh memandang negatif terhadap warga yang terkena Covid-19. Tetapi harus ikut memotivasi kepada warga yang terkonfirmasi positif, agar diberikan kesembuhan.

“Kami berharap, Perkumpulan Pengurus Rukun Tetangga (PPRT) dapat membantu bupati dalam program pencegahan. Karena PPRT yang paling mengetahui kondisi warganya melalui program Jogo Tonggo,” terangnya.

Lebih lanjut dia mengatakan pandemi Covid-19 telah berdampak pada sendi-sendi perekonomian warga. Tidak sedikit buruh pabrik yang terkena dampak dan di-PHK, serta banyak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) gulung tikar karena lesunya pasar.

Oleh karena itu Pemerintah Pusat pun memprioritaskan penanganan pencegahan Covid-19 dan pemberdayaan ekonomi, melalui Bantuan Presiden Usaha Mikro (BPUM) sebesar Rp 2,4 juta.

Pemerintah Kabupaten Batang, juga memiliki program pemberdayaan masyarakat yang akan dikelola oleh pengurus Rukun Tangga (RT).

“Hibah bantuan pemberdayaan sebesar Rp2,5 juta, untuk pengurus RT Rp1,5 juta dan PKK RT sebesar Rp1 juta,” kata Bupati Batang Wihaji saat sosialisasi program organisasi masyarakat di Pendapa Kabupaten Batang, Senin (16/11).

Dia menjelaskan, program tersebut di antaranya untuk pembiayaan pengelolaan budidaya cacing, madu dan bagi PKK pembuatan masker serta budidaya sayuran dengan sistem hidroponik.

Wihaji mengungkapkan, pengurus RT dipilih sudah melalui pertimbangan matang, untuk program pemerataan.

“Ada beberapa pihak yang memandang sebelah mata terhadap program tersebut. Oleh karena itu, mari kita jadikan cambuk untuk menunjukkan kemampuan RT dalam mengelolanya,” katanya.

Wihaji mengungkapkan, cacing dan madu memiliki peluang bisnis yang sangat besar, karena pasarnya jelas dan ada pabrik yang siap menerimanya.

“Pemberdayaan ini supaya dibarengi dengan ide-ide kreatif, karena merupakan program jangka panjang,” ujarnya.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Batang, Rusmanto menjelaskan kegiatan sosialisi tersebut sebagai upaya konstruktif dalam membangun kembali peran ormas sesuai bidangnya, dalam rangka penguatan persatuan dan kesatuan bangsa.

“Kegiatan ini yang dihadiri oleh perwakilan pengurus RT ini, sebagai tempat untuk menyatukan pendapat, mencari solusi atas permasalahan yang berkaitan dengan Organisasi Kemasyarakatan,” kata dia. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.