in

Rugikan Member Rp 4,7 Miliar, Bandar Arisan Bodong Ditangkap

Kapolres Salatiga AKBP Indra Mardiana bersama tersangka RA saat ungkap kasus penipuan atau penggelapan uang dengan modus lelang arisan online dengan total kerugian membernya senilai Rp 4,7 miliar.

 

HALO SEMARANG – Polda Jateng bersama Polres Salatiga berhasil mengungkap kasus penipuan atau penggelapan uang dengan modus lelang arisan online dengan total kerugian membernya senilai Rp 4,7 miliar.

Kapolres Salatiga AKBP Indra Mardiana menjelaskan, pengungkapan ini berawal dari laporan korban berinisial F (48) yang turut menjadi salah satu korban dalam arisan bodong yang dijalankan tersangka RA.

“Pelapor F sudah kenal dengan tersangka RA kemudian terjalin komunikasi sampai ada perjanjian kesepakatan di tanggal 12 Agustus bahwa uang yang diberikan dari pelapor akan dilipat gandakan atau dilebihkan oleh tersangka,” ujarnya seperti rilis yang diterima halosemarang.id, Sabtu (25/9/2021).

Setelah kenal, lanjut Indra, pelapor F dan RA melakukan perjanjian kesepakatan yang sama sebanyak 10 kali, yaitu dengan cara mentransfer ke rekening terduga tersangka hingga total Rp 71.300.000. Transaksi ini dilakukan, karena pelapor tergiur dengan iming-iming bahwa RA akan melebihkan uang tersebut.

“Pada saat pelapor akan menagih janji bahwa uang tersebut akan dilebihkan, ternyata mendatangi rumah tersangka sudah tidak ada. Rumah itu juga¬†sudah didatangi oleh banyak orang yang turut menjadi korban dengan modus serupa, lelang arisan. Atas kejadian tersebut F melaporkan kejadian ini ke Polres Salatiga untuk dilakukan pengusutan lebih lanjut,” paparnya.

Indra mengatakan, setelah diselidiki, ternyata ada beberapa korban yang turut melapor ke Polres Salatiga, di antaranya FH warga Derekan Pringapus, Kabupaten Semarang yang melaporkan mengalami kerugian Rp 500 juta, NA warga Ngaglik Argomulyo kerugian Rp 341,45 juta, ADR Warga Mangunsari Kecamatan Sidomukti, kerugian Rp 160 juta.

“Total kerugian yang diderita para korban kurang lebih 4,7 miliar,” tambahnya.

Sementara RA mengaku menipu para membernya untuk gali lubang tutup lubang demi mendapatkan keuntungan. Dia juga mengakui bahwa tidak ada keuntungan bagi peserta yang mengikuti arisan yang ia ciptakan itu.

“Uangnya untuk gali lubang tutup lubang. Jumlah orangnya kalau dari reseller saya ada sekitar 60 orang,” kata warga Sidorejo Kota Salatiga itu.

Saat ini barang bukti dan tersangka sudah diamankan kepolisian untuk dilakukan proses lebih lanjut.

Sementara untuk mempertangung jawabkan perbuatanya RA dapat dikenakan Pasal 362 KUHPidana atau Pasal 378 KUHPidana dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. Kepolisian saat ini masih mengembangkan kasus ini dan tidak menutup kemungkinan jumlah korban dan tersangka bertambah.(HS)

Share This

Prakiraan Cuaca Semarang Dan Sekitarnya, Sabtu (25/9/2021)

Petugas Lapas Semarang Gagalkan Penyelundupan Narkotika Dengan Modus Lempar Dari Luar