Ruang Isolasi Mulai Penuh, Dua Hotel di Semarang Bakal Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat diwawancarai awak media terkait perkembangan Covid-19 di Kota Semarang.

 

HALO SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan menambah ruang isolasi atau tempat karantina baru bagi pasien Covid-19, yakni berupa dua hotel. Dua hotel tersebut dinilai yang paling siap digunakan untuk mengantisipasi jumlah lonjakan pasien positif Covid-19, dalam waktu seminggu ini.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengungkapkan, saat ini kondisi angka positif Covid-19 tidak menguntungkan untuk Kota Semarang yang masih berada pada kisaran angka 700-800 pasien Covid-19 dirawat. Baik itu yang dirawat di Rumah Sakit, Rumah Dinas Wali Kota dan Gedung Balai Diklat.

Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi mengatakan, saat ini tempat isolasi atau karantina untuk pasien Covid-19 yang sudah ada, mulai penuh.

“Karantina pasien Covid-19 di Rumah Sakit penuh, dan ruang icu penuh. Begitu juga di rumah dinas juga sudah penuh. Jadi hasil dari keputusan rapat tadi, maka saya perintahkan kepada kepala dinas kesehatan untuk mempersiapkan satu atau dua lokasi dalam waktu seminggu ini untuk segera disiapkan, yang sudah siap ada dua hotel,” terangnya.

Lanjut Hendi, lokasi tersebut setidaknya dengan kapasitas minimal 100 orang, untuk karantina yang digunakan bagi masyarakat yang terpapar Covid-19.

“Ada dua hotel yang nantinya disewa, oleh dinkes. Tetapi tidak menutup kemungkinan kalau memang ada peluang lain, yang penting bisa efisien dan nyaman,” imbuh Hendi.

Dari data Dinkes Kota Semarang, melalui web siagacorona.semarangkota.go.id, pada Jumat (18/12/2020) pukul 13.30 WIB, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 total sebanyak 835 pasien dirawat.

Terdiri dari 281 luar Semarang dan 554 pasien Kota Semarang. Sedangkan kasus sembuh, total ada sebanyak 15.622 orang. Dan kasus meninggal total 1.412 orang, terdiri dari 449 luar kota Semarang dan 963 Kota Semarang.

Sementara itu, Wakil Ketua Persatuan Hotel Seluruh Indonesia (PHRI) Jateng, Bambang Mintosih mengatakan, setuju dengan catatan mengutamakan faktor keamanan yang membuat seluruh karyawan hotel diyakinkan tidak akan tertular dari pasien Covid-19 yang diisolasi di hotel tersebut.

Seperti hotel Kesambi Hijau yang pernah menangani pasien Covid-19, selama 14 hari dengan aman.

“Kan pasien yang diisolasi akan didampingi perawat, dokter, dan karyawan yang dibekali APD. Sehingga tidak kontak langsung dengan pasien. Begitu juga makanan ditaruh dalam box, di depan kamar, dan lewat pintu tersendiri dipisahkan dari tamu lainnya. Tidak dilobi umum hotel, sebaiknya hotel seperti resort. Jadi masuk tidak masuk lobi, tapi terpisah sendiri,” terangnya.

Seharusnya, Dinkes Kota Semarang juga memberikan pengarahan atau audiensi dengan karyawan hotel yang dijadikan tempat isolasi pasien Covid-19 terkait jaminan keamanannya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.