in

RSUDPA Akan Tambah Kapasitas Tempat Tidur Pasien Covid-19

Rumah Sakit Umum Daerah Pandan Arang (RSUPA) Boyolali. (Foto: Boyolali.go.id)

 

HALO BOYOLALI – Rumah Sakit Umum Daerah Pandan Arang (RSUPA) Boyolali, akan menambah jumlah tempat tidur, untuk menampung pasien Corona Virus Disease (Covid-19). Selama ini RSUPA menjadi rumah sakit rujukan Covid-19 di Kabupaten Boyolali.

“Saat ini RSUDPA sedang mempersiapkan untuk menambah tempat tidur, terutama di Brotowali II, yang semula 36 tempat tidur, kami akan tambah menjadi 72 (tempat tidur) untuk antisipasi terjadinya lonjakan kasus Covid di Boyolali,” kata Direktur RSUDPA Boyolali, Siti Nur Rokhmah Hidayati, Kamis (17/6), seperti dirilis Boyolali.go.id.

Bangsal Brotowali I kini terisi 100 persen, dari 20 kapasitas tempat tidur semuanya terisi oleh pasien dengan gejala sedang menuju berat. Kemudian Bangsal Brotowali II kini terisi oleh 17 pasien, yang menempati enam tempat tidur dari kapasitas 36 tempat tidur.

Sedangkan Bangsal Kanwa, kini sudah 91 persen terisi oleh pasien yang menempati 20 tempat tidur dari kapasitas 22 tempat tidur.

Bangsal Baradha I terisi 12 pasien dari kapasitas 16 tempat tidur atau 75 persen dan Bangsal Tantular terisi 13 pasien dari kapasitas 18 tempat tidur atau 72 persen. Ruang ICU (IntensiveCare Unit) ini terisi dari kapasitas enam tempat tidur terisi satu pasien jadi 16 persen.

Kemudian di ruang Pediatric ICU untuk anak itu terisi 50 persen dari kapasitas dua tempat tidur. Serta ruang perinatologi yang terisi satu pasien dari kapasitas dua tempat tidur atau 50 persen.

Pihaknya mengakui adanya lonjakan kasus konfirmasi positif Covid-19 yang cukup signifikan dalam dua minggu terakhir ini. Untuk mengantisipasi, pihaknya bersama Pemkab Boyolali, Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, dan Satgas Covid-19 mempersiapkan ruang Brotowali II sebagai tempat isolasi terpusat.

“Memang salah satu wacana untuk isolasi terpusat di Boyolali ada Brotowali II,” katanya.

Sebagai tambahan informasi, angka kasus Covid-19 di Kota Susu tercatat sebanyak 8.823 dengan 161 dirawat di rumah sakit, 565 menjalani isolasi mandiri. Selanjutnya selesai isolasi 7.737, dan meninggal 369.

Dengan data tersebut, kondisi di Kabupaten Boyolali untuk persentase kesembuhan sebesar 86 persen, sedangkan persentase kematian ada empat persen. Total nilai indeks kesehatan masyarakat Kabupaten Boyolali 2,07 sehingga Kabupaten Boyolali masuk kategori zona risiko sedang atau zona oranye. (HS-08)

Share This

Kapolri Minta Tracing dan Testing Diperkuat

Ketua TP PKK Surakarta Ajak Anggotanya Akrab dengan E-Commerce