in

RSUD dr H Soewondo Kendal Segera Terapkan Tarif Baru Sesuai Perda

Manajemen RSUD dr H Soewondo Kendal berfoto bersama tamu undangan dalam Tarif Baru sesuai dengan Perda Nomor 14 Tahun 2023 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Kabupaten Kendal, Kamis (7/3/2024)

HALO KENDAL – Dalam waktu dekat, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr H Soewondo Kendal akan memberlakukan tarif Baru sesuai dengan Perda Nomor 14 Tahun 2023 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Kabupaten Kendal.

Berdasarkan data yang dipaparkan Bagian Keuangan RSUD dr H Soewondo Kendal, kenaikan tarif baru tersebut hingga mencapai 100 persen lebih. Di antaranya, tarif pelayanan dokter spesialis dari Rp 40.000 menjadi Rp 80.000, tarif rawat darurat dari Rp 50.000 menjadi Rp 70.000.

Kemudian, tarif rawat sehari dari Rp 130.000 menjadi Rp 200.000. Tarif rawat inap VIP dari Rp 350.000 menjadi Rp 815.000, kelas 1 dari Rp 205.000 menjadi Rp 605.000, kelas 2 dari Rp 120.000 menjadi Rp 300.000 dan kelas 3 dari Rp 75.000 jadi Rp 180.000.

Direktur RSUD dr H Soewondo Kendal, dr Saikhu saat mengawali Sosialisasi Pemberlakuan Tarif Baru, di ruang Hemodialisa RSUD dr H Soewondo Kendal, Kamis (7/3/2024) mengatakan, pembahasan kenaikan tarif sudah dilakukan sejak tahun 2017. Baru di akhir 2023 ada kenaikan tarif.

“Pelayanan merupakan objek Retribusi Jasa Umum sebagaimana dimaksud merupakan pelayanan yang disediakan atau diberikan oleh pemerintah daerah berdasarkan kewenangah daerah sebagaimana diatur dalam ketentuan perundang-undangan. Pelayanan sebagaimana dimaksud termasuk pelayanan yang diberikan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD),” ujarnya.

Dijelaskan dr Saikhu, tarif lama mengacu pada Peraturan Bupati Kendal Nomor 74 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Bupati Kendal Nomor 4 Tahun 2017 Tentang Tarif pada RSUD dr H Soewondo Kabupaten Kendal.

“Berdasarkan tarif lama pendapatan BLUD masuk ke rekening Pendapatan Asli Daerah (PAD), lain-lain PAD yang sah Pendapatan BLUD,” jelasnya.

Sementara untuk tarif baru yang akan diberlakukan, lanjut dr Saikhu, berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2023, Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, di mana tarif RSUD dr H Soewondo Kendal merupakan salah satu bagian dari Perda tersebut.

“Kami berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Sehingga dengan kenaikan tarif baru, maka akan ada penambahan fasilitas dan sarana prasarananya, supaya pelayanan kepada masyarakat meningkat,” ungkapnya.

Dipaparkan dr Saikhu, penetapan tarif baru sesuai dengan Perda Nomor 14 Tahun 2023 telah melalui berbagai tahapan, dimulai dari pembentukan tim tarif internal, dilanjutkan proses pembahasan dilakukan dengan Badan Pendapatan Daerah, Bagian Hukum dan Dinas/Instansi Terkait.

Kemudian dibahas dengan DPRD melalui pansus, juga melaksanakan studi tiru dengan Pemkab Sleman, Yogyakarta.

“Setelah itu dimintakan rekomendasi ke Kementrian Dalam Negeri, Kementrian Keuangan dan Harmonisasi dengan Biro Hukum Provinsi Jateng, lanjut dibahas Banggar DPRD dan ditetapkan 29 Desember 2023,” papar dr Saikhu.

Acara sosialisasi tarif baru RSUD dr H Soewondo Kendal dengan mengundang perwakilan Ormas, LSM, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para awak media.

Sementara itu, Plt Kepala Bidang Pelayanan RSUD dr H Soewondo Kendal, dr Nur Widyastuti kepada awak media mengatakan tarif baru untuk mengakomodir pasien-pasien umum. Karena pasien BPJS dan pasien tidak mampu melalui lembaga sosial tidak berpengaruh.

“Jadi yang terpengaruh itu misalnya pasien kelas 1 naik ke kelas VIP atau VVIP. Itu yang kita kenakan kenaikan tarif. Itupun aturan dari BPJS tidak boleh 100 persen, yaitu maksimal 75 persen dan di rumah sakit kita ambil di bawah 50 persen. Insya-Allah tidak memberatkan,” jelasnya.

Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSUD dr H Soewondo Kendal, Mohammad Wibowo menambahkan, tarif baru dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat, maupun melengkapi sarana prasarana.

“Kita selaku melakukan evaluasi kinerja. Mulai dari tenaga cleaning service hingga dokter, melalui forum-forum yang ada di masing-masing organisasi profesi di rumah sakit, juga komite dan bagian masing-masing,” ujarnya.

Dokter Bowo sapaan akrabnya menjelaskan, pihaknya juga mengadakan mesin untuk pemasangan kateter atau biasa disebut ring jantung.

“Jadi kita sudah mendapatkan mesinnya, kemudian tinggal tunggu izinnya yang sedang berjalan. Dan saat ini dokternya sedang mengikuti pendidikan yang akan selesai pada Juni-Juli mendatang,” jelasnya. (HS-06).

Belasan Ribu Kasus Pelanggaran Lalu Lintas Dilakukan Anak, Pemerhati Pendidikan Unnes Prihatin

Wahyu Prast dan Adi Satryo Dipanggil Timnas untuk Kualifikasi Piala Dunia