RSI Muhammadiyah Kendal Menjadi Salah Satu Rumah Sakit Program Mentari Covid-19

Direkur RSI Muhammadiyah Kendal saat menghadiri peluncuran sistem IT RS Muhammadiyah-Aisyiyah untuk menajemen Covid-19 secara virtual beberapa waktu lalu. (foto dok/RSI).

 

HALO KENDAL – Selama tujuh bulan sejak Juli 2020 hingga Januari 2021, telah dilaksanakan program untuk membantu penanganan pandemi COVID-19 melalui Program “Mentari Covid-19” di Rumah Sakit Muhammadiyah seluruh Indonesia.

Kegiatan kolaborasi antara MPKU-USAID dalam penanganan Covid-19 telah berlangsung sejak Juli 2020, di tujuh provinsi dan 30 RSMA.

DKI Jakarta (dua RS), Jawa Tengah (11 RS), Jawa Timur (11 RS), Yogyakarta (tiga RS), Kalimantan Tengah (satu RS), Sumatera Selatan (satu RS), dan Lampung (satu RS).

Direktur USAID Indonesia, Ryan Washburn mengatakan, Pemerintah Amerika Serikat, melalui Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat, mendukung 30 pusat perawatan Covid-19 di jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah, untuk memberikan perawatan yang lebih baik.

“Kami bangga membantu Muhammadiyah menyediakan layanan yang lebih berkualitas bagi pasien Covid-19 sekaligus membantu tenaga kesehatan garis depan untuk tetap terlindungi,” ujarnya.

Direktur RSI Muhammadiyah Weleri Kendal, dr Suhadi mengaku bangga karena RSI Muhammadiyah Weleri Kendal dipercaya ikut dalam program kerja sama dengan USAID, yang beberapa waktu lalu sudah menerima bantuan peralatan dan keterampilan untuk tenaga medis.

“Kita bersyukur bisa mendapatkan bantuan peralatan untuk penanganan Covid-19. RSI Muhammadiyah Kendal juga sangat terbantu dengan APD dan Alkes serta manajemen penanganan yang diberikan dari program ini,” jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (13/02/2021).

Suhadi berharap kerja sama ini bisa berlangsung terus hingga pandemi berakhir, dan bisa digunakan untuk penanganan penyakit lainnya.

“Sistem Informasi Layanan Covid-19 ini merupakan teknologi aplikasi berbasis web atau internet. Jadi sistem ini telah diintegrasikan dengan Sistem Manajemen Covid-19 MCCC PP Muhammadiyah dan dapat dikembangkan sebagai Single ID pasien di rumah sakit,” paparnya.

Menurutnya, pengembangan sistem dimaksudkan agar dapat menghubungkan data layanan Covid-19, antara jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah-Aisyiyah (RSMA).

“Setelah melalui proses pengujian dan pemasangan sistem di 30 RSMA, sistem ini diharapkan dapat membantu RS dalam penanganan Covid-19 yang lebih baik, khususnya dalam pengelolaan data dan informasi serta proses respon kasus yang lebih cepat,” imbuh Suhadi.

Dikatakan, sistem ini dapat memberikan peringatan dini apabila terjadi lonjakan kapasitas, serta sebagai media komunikasi yang lebih cepat antar rumah sakit.

“Sistem ini juga diharapkan dapat menjadi media pembelajaran yang dapat diadaptasi atau direplikasi oleh berbagai pihak yang membutuhkan,” pungkas dr Suhadi.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.