in

RPH Batang Batasi Penyembelihan Sapi Kurban

Foto : Batangkab.go.id

 

HALO BATANG – Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Sambong, tetap membuka penyembelihan hewan kurban di Hari Raya Iduladha 1442 Hijriyah, tetapi dengan membatasi jumlah hewan kurban. Hal itu sesuai ketentuan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa dan Bali.

Berbeda dengan tahun lalu yang dapat menyembelih hingga lebih dari 20 ekor sapi, namun kini tak lebih dari 10 ekor sapi yang akan disembelih.

“Jumlah hewan kami batasi, tetapi tidak menutup kemungkinan bisa nambah lagi kalau memang masih ada waktu. Penyembelihannya selama empat hari, setelah Shalat Iduladha sampai hari Tasyrik,” kata Subekhi, pekerja di RPH Sambong, Kabupaten Batang, Selasa (20/7), seperti dirilis Batangkab.go.id.

Diberlakukannya PPKM Darurat, membuat waktu potong juga lebih singkat, jika tahun-tahun sebelumnya dilaksanakan mulai pukul 08.00 – 17.00 WIB, tahun ini hanya melayani hingga pukul 15.00 WIB.

Dia menambahkan, para calon pembeli juga tetap mengunjungi lapak-lapak dan pusat ternak sapi. Para konsumen lebih yakin dengan melihat langsung sapi yang akan dibeli.

“Kalau melihat langsung dalam jual beli itu, tidak ada tipu-menipu. Jadi bisa melihat langsung ukuran dan besar kecilnya hewan kurban,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) Dislutkannak Batang, Saiful Husna mengemukakan, berdasarkan Surat Edaran dari Pemda, para peternak dianjurkan untuk melakukan jual beli hewan kurban secara online, agar terhindar dari Covid-19. Namun jika memang online sulit, jual beli secara tatap muka tetap dapat dilakukan dengan prokes ketat.

Saat pemotongan hewan kurban, dianjurkan agar warga menyerahkan prosesnya melalui RPH di tiga tempat.

“Sebetulnya kami sudah menyediakan RPH di Desa Banjiran Warungasem, Sambong Batang dan Limpung. Tapi walaupun ketiganya dimaksimalkan pun tidak akan cukup se-Kabupaten Batang,” tegasnya.

Ia menambahkan, jumlah pedagang ternak kurban di masa PPKM Darurat di sentral-sentral penjualan pun tahun ini jauh lebih berkurang.

“Kalau tahun-tahun sebelumnya di sepanjang Jalan Gajah Mada dan A. Yani H-10 Iduladha sudah banyak pedagang yang membuka lapak, tapi sejak PPKM Darurat jumlahnya menurun. Dulu bisa mencapai 10 titik, tapi sekarang Gajah Mada hanya tiga titik dan A Yani satu titik,” kata dia. (HS-08)

Share This

PPKM Darurat, Pencinta Satwa Diharapkan Ikut Membantu

Hotel Ciputra Semarang Ikut Salurkan Hewan Kurban