in

Rokok Ilegal Murah, Berpotensi Meningkatkan Perokok Pemula

Ilustrasi Gempur Rokok Ilegal. (Hallo Semarang)

 

HALO DEMAK – Rokok illegal berpotensi untuk meningkatkan jumlah perokok pemula, karena harganya lebih murah dibanding produk sejenis yang diproduksi dan dipasarkan secara legal. Harganya yang murah dapat dibeli oleh kalangan pelajar.

Hal tersebut disampaikan Subkoordinator Media Komunikasi Publik Dinas Kominfo Demak, Rudyanto saat memberikan sosialisasi Gempur Rokok Ilegal, bersama Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Demak, Tatiek Soelistijani, di SMA 2 Demak, Senin (30/10/23).

“Apapun alasannya , merokok itu tidak baik untuk kesehatan dan tidak diperuntukan anak usia sekolah. Namun diakui atau tidak, banyak anak usia sekolah sudah merokok di luar jam sekolah,” kata Rudi, seperti dirilis demakkab.go.id.

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Demak, Tatiek Soelistijani, menjelaskan melalui pengenaan cukai, pada hasil tembakau ditujukan untuk pengendalian konsumsi, pengawasan peredaran, sekaligus menekan efek negatif di masyarakat atau lingkungan.

“Uang dari cukai rokok ini nantinya juga kembali ke masyarakat, berupa DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau-Red) baik secara langsung maupun melalui pembangunan Negara,” kata Tatiek.

Jika semakin banyak beredar rokok ilegal, dampaknya pembangunan akan terhambat.

“Karena dengan mengkonsumsi rokok ilegal, maka kita turut merugikan negara, karena tanpa cukai berarti rokok tersebut tidak membayar pajak,” kata dia. (HS-08)

 

Tak Cuma BPK, DPR hingga Pemkab Demak dan PGRI Sosialisasi Pengelolaan Dana BOS

Presiden Jokowi Sampaikan Enam Arahan kepada Para Penjabat Kepala Daerah