Ringankan Beban Pedagang, Pemkot Semarang Beri Diskon 50 Persen untuk Retribusi Pasar

Foto ikustrasi: Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat melakukan peninjauan ke pasar tradisional, Senin (23/12/2019) lalu.

 

HALO SEMARANG – Pemeritah Kota Semarang memberikan diskon 50 persen untuk retribusi bagi pedagang pasar. Hal ini untuk meringankan beban para pedagang lantaran pandemi virus corona atau Covid-19 yang berimbas pada perekonomian masyarakat.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, diskon retribusi pasar itu akan berlaku mulai Mei mendatang hingga tiga bulan ke depan.

“Jika pandemi Covid-19 belum berakhir, diskon potongan 50 persen akan dilanjutkan. Kami sudah ketemu beberapa asosiasi pedagang pasar. Mereka mengeluh retribusi. Akhrinya kami putuskan retribusi pasar kami kurangi 50 persen,” kata Hendi, sapaannya, Rabu (22/4/2020).

Sebelumnya, Pemerintah Kota Semarang juga telah mengeluarkan kebijakan penggratisan retribusi bagi pedagang kaki lima (PKL).

Lebih lanjut, Hendi mengatakan, pasar tradisional menjadi salah satu titik yang masih dianggap rawan penyebaran Covid-19. Hingga saat inu, masih cukup banyak orang yang melakukan aktivitas di sana. Meski demikian, pihaknya tidak punya rencana menutup maupun membatasi operasional pasar.

“Kami tidak ada rencana itu tapi kami sosialisasi. Kemarin kami penyemprotan disinfektan serentak di 37 pasar. Kami juga sampaikan kepada pengelola pasar dan pedagang harus pakai masker,” paparnya.

Jika pembeli tidak memakai masker, Hendi minta pedagang tidak usah melayani mereka. Dia mengimbau seluruh masyarakat yang masuk pasar untuk menggunakan masker. Physical distancing juga harus diterapkan di setiap aktivitas pasar.

“Jangan sampai orang masuk pasar tidak pakai masker. Kalau tidak ada bagaimana caranya kepala pasar bisa berinovasi menyiapkan masker buat pedagang dan pembeli,” tegasnya.

Sementara Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Mualim mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Semarang memberikan diskon retribusi kepada para pedagang di tengah pandemi Covid-19.

“Meski pemerintah merasa terseok-seok memenuhi kebutuhan pembangunan tapi apa boleh buat, ini demi kemanusiaan. Kami apresiasi, syukur-syukur digratiskan lebih bagus kalau itu memungkinkan,” ujarnya.

Menurutnya, kepedulian Pemerintah Kota Semarang terhadap warganya sudah luar biasa. Dia berharap, segala bentuk keringanan yang diberikan pemerintah bisa membantu perekomian warga di tengah wabah Covid-19.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.