in

Ribuan Pendamping Keluarga Dilibatkan Tangani Stunting di Kabupaten Semarang

Lomba cipta kreasi menu dapur sehat atasi stunting (Dashat), di aula Gedung E Universitas Ngudi Waluyo, Ungaran, Rabu (19/10/2022). (Foto : semarangkab.go.id)

 

HALO SEMARANG – Sebanyak 2.433 orang pendamping keluarga, dilibatkan untuk membantu keluarga risiko stunting akibat gizi buruk di Kabupaten Semarang.

Langkah itu dilakukan untuk mendukung pencapaian target penurunan angka kasus stunting sebesar 3,5 persen pada tahun 2022 ini.

Hal itu disampaikan Tenaga Ahli BKKBN Jawa Tengah untuk penanganan stunting di Kabupaten Semarang, Ferry Eko Cahyono, di sela-sela lomba cipta kreasi menu Dapur sehat atasi stunting (Dashat), di aula Gedung E Universitas Ngudi Waluyo, Ungaran, Rabu (19/10/2022).

Menurut dia, berdasarkan studi status gizi Indonesia (SSGI) 2021, angka kasus stunting sebesar 16,4 persen. Pada tahun ini ditargetkan turun menjadi 12,9 persen.

“Selain tim pendamping keluarga juga dilakukan intensifikasi peran tim percepatan penanganan stunting (TPPS) di tingkat kecamatan,” kata dia, seperti dirilis semarangkab.go.id.

Fery menambahkan terdapat 20 desa atau kelurahan yang menjadi fokus utama penanganan stunting pada tahun ini. Adapun angka prevalensi stunting tertinggi, ada di Desa Kemawi, Sumowono.

Program cepat tanggap yang dilakukan, di antaranya memberikan tambahan makanan bergizi kepada ibu hamil dan balita.

Makanan itu disediakan lewat program Dashat yang terus dikembangkan. Sedangkan langkah preventif dilakukan dengan memaksimalkan penggunaan aplikasi elektronik siap nikah dan hamil (elsimil) bagi calon pengantin

Aplikasi ini diterapkan sebagai deteksi dini mengetahui potensi kemungkinan terjadinya stunting.

Bupati H Ngesti Nugraha yang menghadiri acara itu bersama unsur legislatif, meminta semua pihak untuk merasa bertanggung jawab mendukung penurunan angka kasus stunting.

Penanganan yang tepat sasaran didukung pendanaan dan langkah cepat diyakini dapat membawa hasil baik

Bupati mencontohkan penurunan angka stunting yang signifikan di Desa Kebonagung, Sumowono mencapai hampir 50 persen.

“Mayoritas penderita stunting dari warga kurang mampu. Penggunaan dana desa dan pelibatan perusahaan akan terus ditingkatkan agar upaya ini dapat berhasil,” ujarnya.

Lomba cipta kreasi menu Dashat dihelat Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB (DP3AKB). Para peserta berasal dari tim terpadu penanganan stunting dan pengelola Dashat dari 19 kecamatan.

“Lomba bertujuan untuk meningkatkan motivasi kader pengelola Dashat menyiapkan makanan bergizi berbahan baku lokal,” terang Kepala DP3AKB Dewi Pramuningsih.

Pada kesempatan yang sama juga dilakukan pemilihan duta generasi berencana (Genre) yang akan mewakili Kabupaten Semarang berlomba di tingkat Jawa Tengah. (HS-08)

Polisi Periksa 4 Orang Terkait Aksi Pelemparan Batu kepada Pengendara di Tol Semarang

Toyota Pinjamkan 143 Kendaraan Listrik untuk KTT G20