in

Ribuan Pasien Covid-19 Sembuh di Rumah Sakit Lapangan Indrapura Surabaya

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ganip Warsito saat meninjau RS Lapangan Indrapura, di Surabaya, Jatim, Jumat (11/06). (Foto: Setkab.go.id)

 

HALO SEMARANG – Rumah Sakit Lapangan Kogabwilhan II Indrapura (RSLI), Kota Surabaya, saat ini merawat ratusan pasien Covid-19. Berdasarkan data Satgas Provinsi Jatim, per Jumat (11/06), RSLI yang mulai beroperasi sejak 26 Mei 2020 itu, telah menangani pasien Covid-19 sebanyak 7.723 pasien.

Dari jumlah itu, sebanyak 7.157 pasien telah sembuh, masih dirawat 266 pasien, dan meninggal 1 pasien. Daya tampung RS ini mencapai 400 tempat tidur, dan saat ini terisi 266 pasien.

Menurut data Relawan Pendamping RSLI, sedikitnya ada 13.167 pekerja migran Indonesia yang masuk Surabaya, dari beberapa negara seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Hongkong, Taiwan, Amerika Serikat, Turki, hingga negara Timur Tengah.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 175 orang terkonfirmasi positif Covid-19 dan telah dirawat di RSLI, dengan rincian 95 orang sudah dinyatakan sembuh dan 80 lainnya masih dirawat.

Sementara untuk klaster Madura, RSLI telah menerima sebanyak 114 pasien dari penyekatan Madura, dengan rincian 83 laki-laki dan 31 perempuan. Sebanyak 110 pasien sedang dirawat dan 4 pasien lainnya dirujuk ke faskes lainnya. Hingga kemarin juga tidak ada varian baru yang ditangani RS Lapangan Indrapura.

Informasi tersebut, kemarin disampaikan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Ganip Warsito, meninjau Rumah Sakit Lapangan Kogabwilhan II Indrapura (RSLI), Kota Surabaya, Jumat (11/06).

Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan seluruh tim, sarana, dan prasarana dalam mengantisipasi adanya lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di wilayah Surabaya, khususnya dari Kabupaten Bangkalan, Madura dan repatriasi Pekerja Migran Indonesia.

“Untuk memastikan kesiapan RS Lapangan ini, dalam menghadapi lonjakan kasus Covid-19 di Jawa Timur, khususnya Surabaya, akibat dari kejadian atau lonjakan yang terjadi di Bangkalan,” kata dia, seperti dirilis Setkab.go.id.

Selain kesiapan RS Lapangan, ujar Ganip, antisipasi juga dilakukan mulai dari langkah medis hingga penyekatan wilayah, dengan menerjunkan tim lintas sektor bersama unsur sukarelawan, TNI, dan Polri di lapangan.

Juga dilakukan upaya yang melibatkan para pemuka agama dan tokoh-tokoh masyarakat, untuk membantu memberikan pemahaman dan literasi kepada masyarakat, terkait upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 melalui konteks perubahan perilaku.

Ketua Satgas menegaskan, penanganan pandemi tidak hanya mengenai permasalahan kesehatan tetapi juga menyangkut berbagai aspek mulai sosial, ekonomi, politik, hukum, dan keamanan. Oleh sebab itu, diperlukan kerja bersama berbagai komponen bangsa untuk menangani hal tersebut.

“Saya setuju bahwa Covid-19 bukan hanya masalah kesehatan saja, tapi juga menyangkut masalah sosial, ekonomi, dan lainnya. Pengendalian ini harus kita lakukan bersama-sama,” tegasnya. (HS-08)

Share This

Perangi Covid-19, Polisi Semprotkan Disinfektan Gunakan Water Cannon

Terkait Aksi Premanisme, Kapolri Imbau Masyarakat Lapor via Hotline 110