in

Ribuan Orang Hadiri Haul Kiai Guru di Kaliwungu

Acara Haul KH Asy'ari atau Kiai Guru di Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal, Kamis sore (27/4/2023).

HALO KENDAL – Ribuan orang dari berbagai daerah mendatangi kompleks makam KH Asy’ari atau Kiai Guru dalam acara Haul KH Asy’ari, di Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal, Kamis sore (27/4/2023).

Panitia Kegiatan sekaligus Pimpinan Takmir Masjid Agung Al-Istiqomah Kaliwungu, KH Asroi Tohir mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kendal yang telah hadir dan mendukung pelaksanaan acara ini.

Dirinya juga mengucap syukur, karena masyarakat masih nguri-nguri dan menjaga tradisi budaya haul, dalam rangka memperingati hari lahirnya KH Asy’ari atau Kiai Guru.

“Alhamdulillah tahun ini acara haul kembali bisa dilaksanakan, sehingga kita semua dapat mendoakan beliau para Aulia Allah, sebagai wujud penghormatan atas jasa-jasanya yang telah siar agama Islam pada tahun 1781 Masehi,” ungkap KH Asroi.

Diharapkan, semuanya selalu semangat untuk meneruskan perjuangan KH Asy’ari atau Kiai Guru, agar menjadi masyarakat yang santun, beradap, dan masyarakat tetap saling menghormati satu dengan yang lainnya.

“Jadi bukan hanya menikmati keramiannya saja, karena intinya menghormati perjuangan dan meneruskan ajaran-ajaran Kiai Asy’ari atau Kiai Guru itu yang lebih penting, serta mampu belajar nalai-nalai kebaikan dari para Aulia Allah ini,” harap KH Asroi.

Sementara itu, Sekda Kendal, Sugiono yang mewakili Bupati Kendal dalam sambutannya menyampaikan, acara ini merupakan kebahagian, karena mendapat kesempatan bersilaturrahmi bersama para alim ulama dan sesepuh, juga para tamu undangan yang hadir.

“Terlebih dalam suasana yang agamis, penuh dengan suasana kekeluargaan dan kebersamaan, dalam memperingati Haul KH Asy’ari atau Kiai Guru. Selain itu, sebagai momentum silaturahmi di bulan Syawal, setelah berpuasa Ramadan selama satu bulan,” ujarnya.

Sekda Kendal berharap, dengan Haul KH Asy’ari, menjadi momentum untuk meningkatkan amal ibadah serta memantapkan pemahaman dan pengamalan nilai ke-Islaman.

Untuk itu, pihaknya sangat menyambut baik kegiatan haul seperti ini, karena merupakan tradisi yang harus terus dilestarikan.

Hal itu, menurutnya sebagai penghargaan kepada para tokoh agama atau alim ulama yang telah meninggal dunia, seperti KH Asy’ari atau Kiai Guru, yang telah berjuang, guna menyiarkan agama Islam, sehingga tentunya masyarakat Kendal patut mendoakannya.

“Sehingga tradisi Syawalan ini, kehadirannya sangat ditunggu-tunggu oleh sebagian besar masyarakat di Kabupaten Kendal dan sekitarnya,” imbuhnya.

Sugiono juga menyampaikan, Syawalan merupakan salah satu tradisi religi, yang diadakan pada setiap bulan Syawal, yaitu tujuh hari setelah Hari Raya Idul Fitri pada setiap tahunnya.

“Jadi kewajiban kita bersama untuk menjaga tradisi Syawalan seperti ini, agar tetap terjaga dan terpelihara dengan baik dan penuh dengan nuansa religi, serta dapat kita jadikan sebagai wahana untuk melestarikan wisata budaya religi di daerah Kabupaten Kendal,” tuturnya.

Tak lupa, Sekda Kendal juga meminta kepada masyarakat dan lembaga serta elemen masyarakat, agar bersama-sama menjaga makna dan tujuan awal dari tradisi Syawalan ini. Sehingga, tradisi Syawalan yang sangat bermakna dan adiluhung ini tidak bergeser ke hal-hal yang tidak diinginkan.

“Sehingga dapat berjalan kondusif, khusuk dan benar-benar bisa membawa makna. Semoga kita akan mendapat hikmah dan hidayah dari Allah Subkhanahu Wata’ala,” pungkasnya.(HS)

Jadi Lebih Seru, Hotel Dafam Semarang Hadirkan Paket Promo Spesial Acara Halal Bi Halal

Festival Ogoh-ogoh Kembali Digelar di Kota Semarang