in

Ribuan Lowongan CPNS dan PPPK Jawa Tengah Telah Dibuka, BKD: Hindari Jalur Pintas

Ilustrasi info seleksi CPNS dan PPPK Jawa Tengah 2021.

 

HALO SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) kembali membuka pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2021.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jateng, Wisnu Zaroh menyampaikan, alokasi diberikan kepada pelamar sebanyak 11.648 formasi, terbagi CPNS dan PPPK.

“Berdasarkan keputusan Menpan-RB No 832 Tahun 2021 tentang penetapan kebutuhan pegawai ASN kita mendapatkan alokasi sebanyak 11.648 terbagi dari CPNS, PPPK jabatan fungsional dan PPPK guru,” kata Wisnu saat dikonfirmasi halosemarang.id, Kamis (8/7/2021).

Wisnu merinci, dari kuota tersebut, sebanyak 301 lowongan CPNS terbagi dari 289 formasi umum, enam diprioritaskan lulusan cumlaude, serta enam untuk disabilitas. Namun, lanjutnya, di luar itu, disabilitas mendapatkan hak untuk melamar pada formasi umum.

“Kuota disabilitas dua persen dari formasi yang ada, yaitu enam formasi, tetapi kita menambah lagi untuk formasi umum yang bisa diisi disabilitas sebanyak dua persen itu sekitar enam. Itu bebas entah itu disabilitas tunanetra, tuli atau tuna daksa. Sehingga kita persiapan untuk yang disabilitas sekitar empat persen,” ujarnya.

Sedangkan sisanya, dijelaskan Wisnu, sebanyak 11.347 lowongan diperuntukkan PPPK. Terdiri dari 10.819 lowongan guru, 525 tenaga kesehatan, dan 294 lowongan tenaga teknis.

Khusus PPPK kebutuhan guru, keseluruhan proses perekrutan dilakukan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Berbeda dengan non-guru pihaknya membuka lowongan, namun keputusan juga di tangan pemerintah pusat.

“Untuk guru itu PPPK semuanya itu sudah keputusan pusat bukan kita, ada 10.819. Non-guru CPNS memang yang melaksanakannya kita cuma keputusan semuanya pusat,” jelasnya.

Untuk lebih lanjut, masyarakat dapat mengakses laman resmi penerimaan abdi negara di https://sscasn.bkn.go.id/.
Dirinya mengingatkan, kepada masyarakat untuk tidak mudah dipengaruhi dan kemudian percaya kepada oknum yang memberi iming-iming menjadi abdi negara lewat jalur pintas.

“Saya sudah menyampaikan kepada masyarakat atau peserta bahwa jangan percaya dengan calo. Ini pengamalan kami menjadi kepala BKD mulai tahun 2018 sampai sekarang. Ya hati-hati sekali, kasihan waktu itu dia membawa SK diterima ternyata tapi tidak ikut tes kok bisa diterima dari mana? ternyata dia dibohongi oleh calo,” pungkasnya.(HS)

Share This

Musala Ini Jadi Penyelamat Saat Kebakaran Di Kodam 4 Diponegoro

Pelatihan Guru SMP 2 Kendal, Apa Yang Murid Harapkan Dari Gurunya?