in

Revitalisasi Stasiun Tertua Di Indonesia Bisa Jadi Destinasi Wisata Edukasi

Stasiun Samarang (Tambaksari), merupakan stasiun pertama di Indonesia yang kini kerap tergenang rob dan sudah menjadi permukiman warga.

 

HALO SEMARANG – Revitalisasi kawasan stasiun pertama di Indonesia yang ada di Kota Semarang bisa menjadi destinasi wisata edukasi perkembangan transportasi modern. Stasiun bersejarah ini terletak di Gang Spoorland, Jalan Ronggowarsito, Kelurahan Kemijen, Semarang Timur tersebut dibangun pada 1864, dan menjadi stasiun terua di Indonesia.

Pengamat transportasi dari Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno mengatakan, untuk melakukan revitalisasi kawasan stasiun tertua tersebut, tentunya PT KAI dapat mengajak Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Ristek, Pemerintah Daerah Pemkot Kota Semarang, dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mewujudkan rencana itu.

Menurutnya, untuk warga yang menempati kawasan dapat diberdayakan dan tidak harus dipindahkan.

“Penataan kawasan dapat menjadi bagian dari Kawasan Kota Lama Semarang. Kawasan ini jika terwujud dapat menjadi destinasi wisata dan edukasi peradaban transportasi modern,” katanya, Minggu (10/10/2021).

Apalagi, kata dia, saat ini kawasan Stasiun Tawang juga sudah tertata apik bagian dari Kawasan Kota Lama, bisa ditiru kota-kota lain yang masih memiliki kawasan kuno dan bersejarah. Saat ini, destinasi wisata yang umum dikenal masyarakat tentang perkerataapian hanya di Museum Lawang Sewu.

“Kompleks Stasiun Samarang awalnya punya lima bangunan penting, meliputi personenstation atau stasiun penumpang, goederenstation atau stasiun barang, vaart van het station atau stasiun kanal, werkplaatsen atau bengkel atau balai yasa, dan station chef atau rumah dinas kepala stasiun. Sekarang, kelima bangunan penting itu sudah tidak utuh lagi, ada yang rusak dan terendam air rob,” terangnya.

Pengamat Sejarah Kota Semarang, Rukardi Achmadi mengatakan, Stasiun Samarang (Tambaksari) di Kampung Spoorland, tercatat adalah stasiun kereta api pertama di Indonesia. Stasiun ini dibuka pada 10 Agustus 1867. Sekarang dari kontruksinya sudah terbenam tanah di kedalaman air rob.

Dikatakan, dulu dibangunnya stasiun ini, karena pada waktu itu di Pulau Jawa belum ada transportasi modern. Lalu lintas barang antardaerah masih menggunakan transportasi tradisional, seperti memakai kereta kuda, gerobak untuk mengangkut barang maupun orang.

Namun jauh sebelum stasiun itu dibangun, setelah VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) atau kongsi dagang atau Perusahaan Hindia Timur Belanda menduduki Semarang, mulai ada pembangunan infrastruktur transportasi. Semarang pun tumbuh menjadi daerah industri penting, khususnya dalam perdagangan karena di Semarang ada pelabuhan.(HS)

Share This

Longsor di Tinjomoyo, Begini Respon Wali Kota Semarang

Alami Peningkatan Lima Persen, Biro Perjalanan Wisata Jateng Bernapas Lega