in

Revitalisasi Beberapa Taman di Kendal Segera Dilaksanakan

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kendal, Aris Irwanto.

HALO KENDAL – Pemerintah Kabupaten Kendal tengah mempersiapkan untuk merevitaslisasi taman-taman yang ada di beberapa wilayah di Kabupaten Kendal. Hal tersebut sudah dianggarkan melalui APBD.

Meski demikian, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kendal, Aris Irwanto menegaskan, revitalisasi taman-taman yang ada di Kabupaten Kendal adalah tanggung jawab bersama.

“Setelah terwujud Ruang Terbuka Hijau (RTH), nantinya menjadi tanggung jawab kita bersama. Jadi tidak terbatas tanggung jawab Pemerintah Daerah. Meskipun penopang utama dari anggaran pemeliharaan ada di kami (DLH),” tandasnya, Selasa (26/7/2022).

Aris mengungkapkan, struktur anggaran yang paling banyak adalah anggaran rutin. Contoh di DLH anggaran kegiatannya sebesar Rp 27 miliar.

“Dari anggaran Rp 27 miliar tersebut separuh lebih itu untuk penanganan sampah. Untuk gaji petugas kebersihan saja hampir Rp 10 miliar lho,” ungkapnya.

Aris juga mengatakan, untuk anggaran penetapan tahun ini, dimulai dengan pembangunan yang ada di Kaliwungu dan Taman Perahu di Weleri. Kemudian ada empat taman lagi yang dalam tahap perencanaan. Salah satunya alun-alun Kota Kendal di sebelah barat.

Dijelaskan, untuk pelaksanaan pembangunan RTH di Kaliwungu melibatkan OPD lain dan juga kehidupan para pedagang kaki lima di lokasi yang akan dilaksanakan.

“Sementara ini kita melakukan pendekatan dengan para pedagang. Alhamdulillah, dukungan masyarakat, terutama dari tokoh-tokoh agama setempat. Kemarin kita juga sudah sowan ke para kiai yang ada di Kaliwungu. Seperti Ketua MUI yang berdomisili di Kaliwungu, Alhamdulillah mendukung,” jelas Aris.

Untuk anggaran pembangunan RTH di Kaliwungu ditetapkan Rp 900 juta, yang diprioritaskan untuk pembangunan yang ada di sebelah timur, atau jalan masuk ke eks kawedanan Kaliwungu.

“Nanti pada penetapan kita usulkan. Karena begini, target ataupun program strategis Bupati, alun-alun Kaliwungu, harus sudah bisa dimanfaatkan pada salat Idul Fitri di tahun 2023,” imbuhnya.

Sementara untuk konsep taman yang akan dibangun di alun-alun Kaliwungu ini nantinya, Aris membeberkan, yakni terbuka, bebas pedagang kakilima dan bisa dipakai aktivitas lain. Salah satunya olahraga.

Sehingga, karena lokasi tersebut berdekatan dengan shelter pedagang kakilima, kemungkinan akan lebih efektif. Dalam arti dalam menarik simpati atau pengunjung.

“Harapannya, kegiatan mendekatkan shelter pedagang kakilima dengan taman, tidak menjadikan taman menjadi kumuh. Kami akan terus berkoordinasi dengan Disperidagkop UKM, karena proyek ini harus beriringan,” bebernya.

Sedangkan untuk pembangunan taman lain, imbuh Aris, akan dilaksanakan pada bulan September. Dan kegiatan fisiknya sudah masuk di UPBJ terkait dengan pelelangan. (HS-06)

Sulitnya Pengurusan Ijin, Para Penambang Galian C di Kendal Sepakat Bentuk Paguyuban

Fenomena Terjadinya Embun Upas di Dieng, Begini Penjelasan BMKG