Resto Pemancingan dan Wahana Permainan Anak Duren Jati Darupono Siap Dibuka

Foto ilustrasi Resto dan Pemancingan Duren Jati, Desa Darupono, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal.

 

HALO KENDAL – Penyebaran virus corona memang belum berhenti, tapi sejumlah tempat wisata bersiap untuk menyambut tatanan hidup baru atau new normal. Salah satunya dilakukan Resto dan Pemancingan Duren Jati, Desa Darupono, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal.

Bambang Sukendro selaku pengelola mengatakan, saat ini restonya bersiap untuk menyambut era normal baru dengan menyiapkan sejumlah protokol kesehatan guna mencegah penyebaran virus corona.

“Pengunjung wajib mematuhi protokol kesehatan, di antaranya wajib memakai masker, dan penerapan physical distancing. Selain itu kami juga sudah menyiapkan tempat cuci tangan untuk pengunjung,” terangnya, Sabtu (11/7/2020).

Bambang Sukendro mengaku, meski belum mengetahui kapan dimulainya penerapan new normal, namun usaha resto yang dikelolanya itu perlu dibuka. Mengingat besarnya kerugian yang telah diterimanya selama pandemi.

“Kalau dihitung kerugian materinya jelas sangat besar. Karena masa pandemi ini, kami melewati salah satu panen puncak wisata yaitu pada saat Idul Fitri, dan kami tidak buka sama sekali,” ungkap Bambang.

Apalagi, lanjutnya, usaha yang dibangun di atas lahan 1,5 hektare dengan nuansa alam perkebunan durian tersebut dilengkapi dengan berbagai macam wahana.

Seperti pemancingan, permainan dan kolam main anak. Hal ini tentunya membutuhkan biaya perawatan yang cukup besar.

“Karena wisata kolam renang belum boleh dibuka, maka untuk sementara kami lakukan perbaikan,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Bambang Sukendro meminta kepada pemerintah daerah, agar di tiap lokasi pariwisata diberi petugas kesehatan dari instansi terkait untuk cek kondisi pengunjung.

Bilamana petugas tidak bisa standby di lokasi, bisa membimbing pekerja setempat untuk melakukan tugas pengganti.

“Prinsipnya cek kondisi itu kewajiban pihak medis, yg dibiayai oleh negara. Kondisi UMKM yang sudah lumpuh, jangan dibebani anggaran lain di luar kemampuan mereka. UMKM hanya bisa jualan produk, jualan sayur, ikan dan lain-lain. Jangan kemudian dibebani lagi hal-hal lain termasuk soal medis,” ungkapnya.

Di tempat terpisah, Ketua Kadin Kabupaten Kendal, Cahyanto mengatakan, kondisi sektor pariwisata di Kabupaten Kendal termasuk yang terpukul paling parah dengan adanya pembatasan pergerakan warga pada masa pandemi Covid-19.

Cahyanto menambahkan, sejumlah pelaku wisata seperti pramuwisata dan para pedagang di Kabupaten Kendal sudah mulai menyuarakan kegelisahan. Hal ini dikarenakan tidak ada kejelasan mengenai kapan resminya objek wisata dapat dibuka kembali.

”Selain para pelaku wisata, lanjutnya, yang meminta kepastian, para wisatawan pun sudah banyak yang berupaya untuk bisa mengunjungi beberapa obyek wisata di Kendal. Meskipun mereka mengetahui belum ada keputusan resmi dari pemerintah,” terang Cahyanto yang juga sebagai Ketua PHRI Kendal.

Dirinya berharap, nantinya setelah resmi boleh buka, untuk memberikan keamanan dan kenyamanan pengunjung di masa pandemi, pengelola wisata khususnya di wilayah Kabupaten Kendal harus tetap menjalankan protokol kesehatan Covid-19.

“Jalankan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah dengan ketat. Sediakan fasilitas cuci tangan, wajib menggunakan masker dan setiap pengunjung dilakukan pengecekan suhu tubuh dengan thermo gun, serta menjaga jarak,” pungkas Owner Aldila Group tersebut.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.