in

Respon Kelangkaan Pupuk Subsidi, Disdag Kendal Gelar Rakor Dengan Produsen dan Distributor

Rakor Disdag Kendal, terkait kelangkaan pupuk di Kendal, Selasa (2/2/2021).

 

HALO KENDAL – Dinas Perdagangan Kabupaten Kendal bersama produsen dan distributor pupuk bersubsidi, menggelar rapat koordinasi monitoring dan pengelolaan distribusi pupuk bersubsidi, di Kantor Disdag Kendal, Selasa (2/2/2021).

Rapat koordinasi (Rakor) yang dihadiri perwakilan produsen pupuk bersubsidi dari Petrokimia Gresik dan Pusri juga dihadiri Ketua Paguyuban Distributor Pupuk Bersubsidi Kabupaten Kendal tersebut, bertujuan untuk membahas permasalahan penyaluran pupuk bersubsidi.

Petugas Pemasaran Daerah (PPD) Kabupaten Kendal PT Petrokimia Gresik, Khoirul Anam mengatakan, apa yang selama ini dikeluhkan oleh petani tentang kelangkaan pupuk adalah tidak benar.

“Sebenarnya kelangkaan pupuk itu tidak ada. Karena selama kurun waktu 2020 – 2021 ini, bisa dibilang ada penurunan alokasi pupuk. Yang dulu hampir 60 persen untuk Petrokimia Gresik, di tahun 2021 ini hanya 35 persen,” jelasnya.

Menurutnya, kalau dbilang kurang, ya kurang. Karena tidak sesuai dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) masing-masing wilayah.

“Jadi alokasi itu tidak sesuai dengan pengajuan dari RDKK. Jangankan sesuai, mendekati aja tidak, karena penurunan sekitar 35 persen tersebut,” ujar Khoirul.

Dirinya juga mengatakan, sempat beredar isu, jika beli subsidi itu dipaketkan. Menurutnya itu bukan dipaketkan, tapi bagian dari strategi pengecer.

“Sebenarnya itu bukan dipaketkan, tapi bagian trik pengecer dalam mengenalkan beberapa pupuk non-subsidi kepada petani. Jadi ada yang beranggapan, kalau beli pupuk urea, harus beli ini sekalian. Dan petani ada yang menerima ada yang tidak,” ungkap Khoirul Anam.

Senada diungkapkan Samsi dari perwakilan Pusri Kendal. Menurutnya, kelangkaan pupuk subsidi itu sebenarnya tidak ada.

Namun karena musim tanam yang serentak di masa tanam kesatu ini, dan dibarengi dengan masih beradaptasinya petani dengan pembelian pupuk menggunakan Kartu Tani, bahkan untuk pupuk selain daripada subsidi atau non-subsidi itu sangat banyak di lapangan.

“Di lapangan ada RDKK, di sana memuat prediksi kebutuhan petani dalam masa satu tahun yang sudah dibagikan di KPL (Kios Pupuk Lengkap), RDKK tersebut, nanti akan naik sampai ke kementan dan akan diterbitkan alokasi. Namun dikarenakan subsidi itu kebijakan pemerintah alokasi itu biasanya tidak sebesar kebutuhan di lapangan yang tercantum dalam RDKK,” ungkapnya.

Samsi juga menjelaskan, sekarang sistem pendistribusian pupuk subsidi kepada petani ini dengan mengoptimalkan menggunakan kartu tani agar lebih tepat sasaran.

“Petani dapat mengetahui kuota pupuk mereka sesuai RDKK. Namun kembali lagi, dikarenakan alokasi itu tidak sebesar RDKK maka baik dari proses pendistribusian dan penyalurannya baik dari Distributor maupun KPL harus benar-benar dimanajemen agar pemerataan penerimaan petani dapat dioptimalkan,” jelasnya.

Samsi juga membantah adanya isu permainan di pengecer.

Karena sudah ada regulasi yang jelas bahkan ada kewajiban untuk menyetok pupuk baik itu produsen, distributor dan KPL yang sudah dijabarkan dalam Permendag.

“Di gudang lini III Kendal saat ini saja tersedia 1.300 ton. Itu sebenarnya lebih dari cukup untuk kebutuhan pupuk di wilayah Kabupaten Kendal dalam bulan ini, ditambah dengan disediakannya Pupuk Non Subsidi di KPL dengan tujuan menjadi solusi bilamana petani masih membutuhkan pupuk,” tukasnya.

Sementara itu, Plt Kadisdag Kabupaten Kendal, Alfebian Yulando mengatakan, rapat ini dalam rangka menginventarisir permasalahan, terkait dengan adanya keluhan para petani terkait kelangkaan pupuk.

“Kami mengundang produsen dan distributor pupuk bersubsidi, ingin mengetahui permasalahan yang sebenarnya. Karena pupuk bukan hanya kebutuhan tanaman, tapi lebih pada sebagai basis ketahanan pangan terutama pada masa pandemi Covid-19 ini,” tandas Febi, sapaan akrab Alfebian Yulando.

Dikatakan, dalam rangka monitoring penyaluran pupuk, sudah ada Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) Kabupaten Kendal melakukan pengawasan peredaran pupuk yang diperuntukkan bagi petani.

Menurut Febi, dalam hal ini, ketua satu KP3 ada di Dinas Pertanian, sedangkan ketua dua ada di Dinas Perdagangan.

“KP3 ini tugasnya mengawasi pengadaan, ketersediaan dan penyaluran pupuk bersubsidi dan pestisida sampai ke petani. Selain itu, juga memfasilitasi penggunaan pupuk, agar berimbang dan pemanfaatan pestisida yang efektif dan efisien,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Paguyuban Distributor Pupuk Kabupaten Kendal, Dedy Azhari Setyawan mengatakan, pupuk sebenarnya tidak langka, namun alokasinya yang tidak ada karena yang disalurkan adalah pupuk bersubsidi.

“Pupuk itu bukannya langka, tapi alokasinya yang tidak ada. Karena yang kita salurkan itu adalah pupuk bersubsidi, terkait tata niaga penyalurannya sudah diatur pemerintah pusat. Jadi semua yang kita salurkan sudah ada yang atur. Dan tidak semua petani terdaftar di RDKK. Ini yang menjadikan petani tidak bisa mendapatkan pupuk,” jelasnya.

Dia juga mengungkapkan, petani yang sudah terdaftar di RDKK pun belum tentu bisa dipenuhi. Jadi lanjut Dedy, ketika ada berita kelangkaan pupuk itu harus ditelusuri dulu. Alokasinya masih ada atau tidak.

“Peran serta Dinas Pertanian dan Perdagangan dalam memberikan pemahaman kepada petani. Sehingga petani sadar, apa yang mereka butuhkan itu tidak semua bisa dicukupi oleh pemerintah,” pungkasnya. (HS)

Share This

Taman Aktif Kota Semarang Akan Usung Konsep Smart Park, Bisa Lakukan Penyiraman Otomatis

Penambalan Terus Dilakukan, Meski Aspal Terkelupas Akibat Diguyur Hujan