Resmikan Proyek Pembangunan, Hendi Berjanji Segera Bangkitkan Sektor Ekonomi

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meresmikan proyek pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang tahun anggaran 2020, Rabu (7/4/2021).

 

HALO SEMARANG – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meresmikan proyek pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang tahun anggaran 2020, Rabu (7/4/2021).

Tercatat dari pagu Rp 4,377 triliun, terealisasi sebesar 94,32% yaitu Rp 4,128 triliun yang terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp 1,964 triliun dan Rp 2,412 triliun untuk belanja langsung.

Proyek pembangunan yang telah dilaksanakan tahun 2020 di antaranya Kampung Nelayan Tambakrejo, Masjid Al Haibah Mangkang, rehabilitasi SMP 34 Semarang, Puskesmas Plamongansari dan Puskesmas Bugangan, Pembangunan Gedung Sadewa RSWN, Peningkatan Jalan Senopati, Alun-alun Johar Tahap III, Fasilitas umum Olahraga (Lapangan Basket Pekunden, Gebangsari, dan Lapangan Voli Kanguru Raya).

- Advertisement -

Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi menuturkan, bahwa pembangunan di tahun 2020 tidak berjalan sesuai rencana, karena sumber pendapatan Pemerintah Kota Semarang tidak maksimal akibat adanya pandemi Covid-19.

“Rencana semula APBD 2020 sebesar Rp 5,2 triliun namun turun Rp 900 miliar menjadi Rp 4,3 triliun, karena pendapatan kita tidak maksimal. Tapi tidak apa-apa masa pandemi Covid-19 menimpa semua penjuru, bagaimana pun harus kita lewati,” ujarnya.

Di tahun 2021 ini pihaknya akan melakukan perbaikan kinerja, rekonstruksi, serta melakukan penyusunan strategi pasca pandemi.

Kolaborasi antara strategi, rencana program dengan kecepatan eksekusi di lapangan menjadi kekuatan untuk segera bangkit dan mewujudkan program-program pembangunan.

Dirinya menambahkan, jika pekerjaan rumah di tahun 2021 ini adalah mengembalikan situasi seperti sebelum Covid-19.

Untuk itu, pihaknya akan mengejar ketertinggalan dalam sektor ekonomi dengan memprioritaskan sejumlah kegiatan yang terpaksa harus tertunda di tahun 2020.

Kegiatan yang dilanjutkan di antaranya Pembangunan Rumah Sakit tipe D, pembangunan jembatan kaca di Tinjomoyo, lapangan olahraga, dan sejumlah kegiatan lain yang akan diselesaikan di tahun 2021.

Ke depan pihaknya meminta tokoh masyarakat untuk memanfaatkan rembug RW, Musrenbang Kelurahan, Musrenbang Kecamatan untuk mengkoordinasikan kondisi di lingkungannya.

“Tahun depan Lurah akan menjadi Kuasa Pengguna Anggaran. Posisinya akan seperti kepala dinas di lingkup kecil yang akan mengelola anggaran di wilayahnya. Rencananya masing-masing lurah akan memperoleh anggaran minimal Rp 1,1 miliar yang akan ia tentukan di poskan ke RW mana. Untuk itu para tokoh masyarakat harus mampu berkomunikasi dengan lurah dan sebaliknya,” tegasnya.

Sementara kegiatan penanganan Covid-19 sudah sesuai dengan instruksi pemerintah pusat, yaitu ada minimal penganggaran yang disiapkan untuk penanganan Covid-19, termasuk di antaranya Bansos, tim siaga Covid, operasi yustisi, dan pelatihan CHSE.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.