Resmikan Monumen M Jasin di Akpol, Kapolri Ajak Ingat Jasa Pendahulu

Monumen Perjuangan dan Bhakti Pahlawan Nasional Komjen Polisi Moechammad Jasin, di Akademi Kepolisian. (Foto : Dok)

 

HALO SEMARANG – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, mengajak jajarannya untuk tidak melupakan sejarah perjuangan bangsanya, serta mengingat darma bakti tokoh-tokoh pendahulunya.

Ajakan itu disampaikan Kapolri, ketika meresmikan Monumen Perjuangan dan Bhakti Pahlawan Nasional M Jasin, di Akademi Kepolisian (Akpol), Kota Semarang, Kamis (25/3).

Acara peresmian tersebut, dihadiri para mantan Kapolri, Dubes RI untuk Croatia Komjen Polisi (Purn) Drs H Sjachroedin Zainal Pagaralam, keluarga M Jasin, alumni Akabripol Pertama 1970 dan para wakil angkatan alumni Akabripol.

Monumen tersebut didirikan oleh Alumni Akabripol Pertama 1970/Waspada, di bawah kepimpinanan Jendral Polisi Drs R Surojo Bimantoro, Kapolri masa bakti 23 September 2000 hingga 29 November 2001.

Lebih lanjut Surojo Bimantoro, mengatakan monumen tersebut untuk mengenang dan menghormati pahlawan nasional Komjen Polisi  Moechammad Jasin, sekaligus membina tradisi Santi Aji dan Santi Karma, kepada Taruna Akademi Kepolisian, sebagai generasi penerus Polri.

“Pesan kepada taruna, bahwa mereka harus betul-betul mengetahui sejarah, sejarah institusinya, sejarah perjuangan institutinya. Hal itu agar mereka mengetahui nilai perjuangan para seniornya,” kata Surojo Bimantoro.

Lebih lanjut disampaikan tentang sejarah Polri, yang sudah ada sejak 17 Agustus 1945, dan kaitannya dengan Hari Bhayangkara 1 Juli 1946. Disebutkan, bahwa sejak 17 Agustus 1945, di Indonesia sudah ada berbagai institusi polisi. Kemudian pada 1 Juli 1946, berbagai institusi tersebut disatukan menjadi Kepolisian Republik Indonesia. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.