Resmikan Asrama Haji Setara Hotel Bintang 3, Menag: Sarana Syiar Islam Wasathiyah

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, meninjau sejumlah kamar dan fasilitas di Wisma Shafa Asrama Haji Sudiang Makassar. Asrama haji tersebut dibangun setara dengan hotel bintang 3. (Foto : Kemenag.go.id)

 

HALO SEMARANG – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meresmikan Wisma Shafa Asrama Haji Sudiang Makassar. Bangunan empat lantai ini, dibangun dengan skema pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) 2020.

Total ada 59 kamar baru dan aula, yang mampu menampung 250 orang.  Fasilitas wisma ini, sudah standar hotel bintang 3. Wisma Shafa ini, melengkapi sarana prasarana asrama haji Sudiang, yang telah dibangun sebelumnya, yaitu: Wisma Jabal Uhud, Wisma Bir Ali, Wisma Zam Zam, dan Wisma Raodlah.

Selain Wisma Shafa, diresmikan juga gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kankemenag Kabupaten Bulukumba, Sulsel.

“Ibadah haji itu bukan sekedar ritual. Di sana ada nilai-nilai kemanusiaan dan persaudaran, toleransi dan sebagainya. Karenanya, asrama haji bukan sekadar menampung dan melayani jemaah saja, tetapi bisa dimanfaatkan sebagai sarana syiar Islam Washatiyah,” kata Gus Yaqut di Makassar, Sabtu (3/4), seperti dirilis Kemenag.go.id.

Tampak hadir, Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Muhajirin Yanis, Rektor UIN Alauddin, Kepala UPT Asrama Haji Sudiang Makassar, Kapolda Sulsel Irjen Pol. Merdisyam, Ketua MUI Sulsel Anregurutta KH. Sanusi Baco, Ketua Tanfidziyah PWNU Sulsel serta para Kakankemenag dan Kasi PHU Se-Sulsel.

Gus Yaqut berharap tahun ini pelaksanaan haji bisa terwujud, meski sampai saat ini belum ada keputusan resmi dari Pemerintah Arab Saudi. Karena itu Kemenag terus melakukan sejumlah persiapan, dengan merumuskan sejumlah skenario, termasuk vaksinasi  jemaah haji.

Sebelumnya, Kakanwil Kemenag Provinsi Sulsel, Khaeroni melaporkan bahwa selama pandemi, jajarannya aktif menggencarkan kampanye dan sosialisasi penanggulangan Covid-19. Kanwil juga secara intens melakukan pembinaan dan manasik haji kepada calon jemaah melalui program

“Sulsel saat ini dalam hal waiting list (daftar tunggu) masih menempati urutan pertama di Indonesia, yakni rata-rata 31 tahun. Kabupaten Bantaeng menjadi Kabupaten yang memiliki daftar tunggu terlama, yakni 44 tahun,” jelas Khaeroni. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.