Rencana Pemkot Mulai Masukkan Pedagang ke Pasar Johar Cagar Budaya, PPJP: Jika Sudah Ada Data yang Valid

Bangunan Pasar Johar Cagar Budaya.

 

HALO SEMARANG – Rencana Pemerintah Kota Semarang yang akan segera memasukkan pedagang ke Bangunan Pasar Johar Cagar Budaya, tidak serta merta disambut semua pedagang.

Di lain pihak, masih ada kelompok pedagang yang tetap menginginkan agar rencana kepindahan pedagang itu dilakukan secara bersama-sama, sembari menunggu penyelesaian pembangunan Pasar Kanjengan dan Pasar Johar Selatan rampung dulu.

Ketua Persatuan Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP) Rayon Johar, Surahman menginginkan pedagang bisa masuk ke dalam pasar bersama-sama. Sebab, agar tidak terjadi ada pedagang yang tidak memperoleh tempat di lokasi Pasar Johar nantinya.

“Terakhir kami ketemu Pak Wali Kota kita sepakat untuk pindah bareng. Kalau satu pindah, pindah kabeh (semua-red), setelah nanti Pasar Johar Selatan dan Pasar Kanjengan selesai dibangun yang diperkirakan sudah jadi pada Februari 2022,” katanya, Senin (12/4/2021).

Menurut dia, kepindahan pedagang secara bersama-sama untuk mengantisipasi ada pedagang yang tidak mendapatkan tempat di lokasi yang baru.

“Apalagi terkait masalah pendataan pedagang Johar juga masih ada masalah, karena adanya perubahan jenis jualan dari pedagang saat ini. Dulu setelah kebakaran Johar, ada pedagang yang berganti dari berjualan konveksi, kini sudah ganti usaha kuliner atau makanan,” imbuhnya.

Sehingga, kata dia, pendataan pedagang Pasar Johar itu harus valid dulu.

“Jangan sampai saat masuk ke dalam pasar jenis yang dijual tidak sesuai, karena berkaitan dengan di tempat yang baru. Kalau masuk pasar harus dipastikan dulu tetap mau buka toko kelontong atau warung nasi. Karena kan, tidak semua pedagang bisa masuk pasar Johar Cagar Budaya. Sekarang pedagang yang hanya diperbolehkan di sana hanya 2.300 pedagang, padahal data pedagang Pasar Johar semula ada 7000- an pedagang,” ujarnya.

Sementara, kondisi di lapangan, yakni lokasi Pasar Yaik, yang di basement-nya yang kini dibangun Alun-alun di atasnya, hanya bisa untuk menampung sekitar 200 pedagang.

“Dan penempatan pedagang di sana seperti apa nantinya juga belum dibahas bersama Dinas Perdagangan, serta berapa jumlah ketersediaan tempat untuk pedagang juga belum tahu,” lanjutnya.

Solusinya, kata dia, sementara ini pedagang akan pindah bersama-sama.

“Kami mengusulkan untuk menampung pedagang lainnya, Johar Utara, dan Tengah bisa memanfaatkan Mal Matahari yang merupakan aset pemkot. Kalau mau habis sewanya, bisa diminta dan digunakan untuk menampung pedagang,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, pedagang Pasar Johar Cagar Budaya mulai masuk tahun 2021. Dan masalah pedagang Johar sudah masuk dalam pembahasan.

“Kami pokoknya targetnya Mei 2021 atau setelah Lebaran. Sedang kita susun karena jumlahnya kan lebih banyak dari kapasitas yang tersedia ya makanya penempatan berikutnya kita sedang hitung yang kanjengan nanti bulan apa, Johar Selatan bulan apa,” katanya, baru-baru ini.

“Sama satu lagi di Shopping Center Johar itu, kita negosiasi habisnya tahun 2023 tapi kemungkinan besar bisa, tahun depan masuknya bulan apa, tapi tahun ini mulai,” lanjut Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang.

Setelah ini, kata Hendi, pihaknya akan sosualisasikan kepada pedagang.

“Tinggal kita sosialisasikan ke pedagang, misalnya yang Mei, Oktober, Desember dan Februari siapa. Kalau mereka mau diundi, yang Mei siapa,” imbuhnya.

Menurut Hendi, pemindahan pedagang akan segera dilakukan, hanya tinggal menunggu waktu saja.

“Misalnya Johar Utara, tengah, ada pedagang yang belum dapat, nanti nunggu Kanjengan, yang belum dapat Johar Selatan, dan bisa di shopping center,” pungkasnya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.