in

Rencana Pembangunan Bendungan Bodri Kendal Masuk Tahap Kajian Akhir Prastudi Kelayakan

Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Sumber Daya Air, Kementerian PUPR, Arvi Argiyantoro saat memberikan sambutan Kick Off Penyusun Kajian Akhir Prastudi Kelayakan atau Final Business Case (FBC), Proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Bendungan Bodri Jawa Tengah, di Pendopo Kabupaten Kendal, Kamis (17/6/2021).

 

HALO KENDAL – Kick Off Penyusun Kajian Akhir Prastudi Kelayakan atau Final Business Case (FBC) Proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Bendungan Bodri Jawa Tengah, digelar di Pendopo Kabupaten Kendal, Kamis (17/6/2021).

Program Strategi Nasional tersebut dianggarakan sebesar Rp 3,5 triliun, di Kampung Jaro, Kampung Tempuran Desa Banyuringin, dan Kampung Pendem, Desa Kaliputih di Kecamatan Singorojo.

Bupati Kendal, Dico M Ganinduto berharap KPBU Bendungan Bodri ini bisa segera terlaksana, sehingga bisa mendukung perekonomian masyarakat Kendal.

Dikatakan, volume tampungan waduk mencapai 41,82 juta meter kubik, sehingga diharapkan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan air baku di Kendal.

“Bendungan ini memiliki fungsi utama sebagai pengendali banjir. Terlebih, ada tambahan kebutuhan irigasi dari Bendung Juwero yang saat ini mengairi 8.665 hektare sawah,” kata Dico.

Dijelaskan, rencananya waduk ini berada di 165 meter di atas permukaan laut (dpl), memiliki kedalaman 70 meter dan panjang 368 meter.

“Sudah dilakukan pembahasan, selanjutnya tahap pembuatan larap (land association and replacement action explain plan) atau studi lahan oleh konsultan perencana,” imbuh Dico.

Selain itu, bendungan ini nantinya juga bisa mendukung industri yang sedang digiatkan melalui Kawasan Industri Kendal dan mengatasi banjir atau rob, serta bisa terintegrasi dengan pariwisata.

“Bendungan juga berfungsi sebagai penyedia kebutuhan air baku di Kendal. Terutama, untuk kebutuhan industri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Selain itu juga bisa teritegrasi dengan program pariwisata yang sedang kita canangkan,” tukasnya.

Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Sumber Daya Air, Kementerian PUPR, Arvi Argiyantoro dalam sambutannya mengatakan, tujuan pelaksanaan Kick Off, untuk mendapatkan tanggapan dan masukan dari pemangku terkait, khususnya pemerintah daerah.

“Selain itu memastikan kesiapan proyek KPBU Bendungan Bodri dan melakukan pemuktakhiran data dan informasi kelayakan proyek KPBU Bendungan Bodri dari aspek hukum, teknis, ekonomi, keuangan, pengelolaan, risiko, lingkungan dan sosial,” terangnya.

Kemudian, lanjut Arvi, tujuan dari KPBU adalah mencukupi kebutuhan penandanaan secara berkelanjutan dalam penyediaan infrastruktur.

“Mewujudkan penyediaan infrastrukrur yang berkualitas, efektif, efisien, tepat sasaran dan tepat waktu. Selain itu juga menciptakan iklim investasi yang mendorong keikutsertaan badan usaha dalam penyediaan infrastruktur,” kata Arvi.

Selanjutnya, mendorong digunakannya prinsip pengguna membayar pelayanan yang diterima. Yang terakhir, memberikan kepastian pengembalian investasi badan usaha dalam penyedian infrastruktur.

“Untuk itu perlu untuk mendorong peran serta investasi masyarakat dan badan usaha melalui skema KPBU,” tandas Arvi.

Sedangkan untuk kajian, terdiri atas muatan dan jadwal pelaksanaan. Di antaranya kajian hukum dan kelembagaan, kajian teknis, kajian ekonomi dan komersial, kajian lingkungan dan sosial, kajian bentuk kerja sama dalam penyediaan infrastruktur, kajian resiko, kajian kebutuhan dukungan pemerintah dan/atau jaminan pemerintah.

“Untuk itu perlu terpenuhinya seluruh persyaratan pada prastudi kelayakan, persetujuan para pemangku kepentingan mengenai KPBU. Kemudian kepastian perlu atau tidaknya dukungan pemerintah dan/atau jaminan pemerintah. Yang terakhir penyesuaian data dengan kondisi terkini dan pemuktahiran, atas kelayakan dan kesiapan KPBU,” paparnya.

Kesesuaian bendungan Bodri dengan rencana yang tertuang dalam Perpres Nomor 79 Tahun 2019, Tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi Kawasan Kendal – Semarang – Salatiga – Demak – Grobogan, Kawasan Purworejo – Wonosobo – Magelang – Temanggung, dan kawasan Brebes – Tegal – Pemalang.

“Bendungan Bodri merupakan salah satu program atau kegiatan, rencana induk di kawasan Kedungsepur. Bendungan Bodri juga termasuk ke dalam proyek bendungan proyek bendungan prioritas TA 2020 – 2024, untuk didanai melalui skema KPBU,” pungkas Arvi.(HS)

Share This

Sentra Vaksinasi UIN Walisongo Diberi Kuota 500 Vaksin Per Hari

PKS Sidomukti Bantu Warga Isolasi Mandiri dengan Program Beli-Beri