Rembang Siap Perkuat Ekspor Porang Putih dari Jateng

Pelepasan ekspor iles-iles ke Vietnam, di Desa Sidomulyo, Kecamatan Sedan. (Foto:jatengprov.go.id)

 

HALO REMBANG – Petani Rembang siap memperkuat pasokan porang putih (iles-iles) untuk diekspor dari Jawa Tengah ke Vietnam.

Kabid Penyuluhan Pasca Panen dan Bina Usaha (P2BU) Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Farid Mufti menyampaikan porang sampai saat ini memang masih menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan Jawa Tengah. Kebutuhan porang di Jawa Tengah juga masih cukup tinggi.

“Kebutuhan porang di Jawa Tengah ini, per bulan 200 ton,” kata Farid, saat melepas secara simbolis ekspor iles-iles ke Vietnam, di Desa Sidomulyo, Kecamatan Sedan, beberapa waktu lalu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto, menuturkan akan mendukung pembudidayaan iles-iles tersebut.

Mengingat, pangsa pasarnya masih terbuka luas untuk ekspor. Iles-iles dapat digunakan untuk bahan makanan, kosmetik, dan lem.

Disampaikan, saat ini iles-iles masih tumbuh liar di berbagai wilayah Rembang. Masih sedikit sekali orang yang membudidayakan. Oleh karena itu dia meminta Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura dan PPL yang membidangi, untuk segera mengkalkulasi berapa kapasitas sesungguhnya di Rembang.

“Juga lahan yang potensial untuk porang. Kami harus mengambil peran aktif, mendorong petani untuk menjajaki porang putih ini,” ujarnya.

Mitra eksportir iles-iles dari Sedan, Achmad Shobirin, menyebutkan iles-iles yang diekspor hari ini sebanyak 15 ton. Dari 15 ton itu, iles-iles dari Rembang kisaran 10 persennya, sedangkan sisanya dari berbagai kota di Jawa Tengah.

Disampaikan, permintaan iles-iles untuk ekspor sangat besar, yakni sekitar 500 ton per bulan, dalam bentuk chips atau yang kering dan sudah di iris tipis. Sementara Rembang, baru mampu menyuplai 7 ton per minggu.

“Iles-iles Rembang sendiri ini didapat dari Gunem, Woro, Sumber, ada yang dari gunung sebelah Desa Nggedur, yang lain masih banyak liaran. Kalau yang budi daya masih belum panen, dipanen mungkin musim depan ini, sekitar satu sampai tiga hektare,” terangnya.

Ditambahkan, Kabupaten Rembang sebenarnya telah ikut menyuplai porang putih ini sudah lama. Tanaman jenis umbi-umbian ini dapat tumbuh di bawah tegakan, atau bagus di tanah yang marginal dan dapat dipanen minimal tujuh bulanan setelah ditanam.

“Untuk harga jualnya, satu kilogram iles-iles dalam bentuk chip kering atau dioven Rp 20 ribu hingga Rp 23 ribu. Yang paling rendah harga jual Rp12 ribu per kilogram,” lanjutnya. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.