Rektor Undip: Masa Pandemi Bisa Jadi Momen Merajut Kebersamaan

Rektor Undip Prof Yos Johan Utama.

 

HALO SEMARANG – Masa pandemi Covid-19 ini bisa menjadi momen penting untuk merajut kebersamaan, tolong menolong, dan toleransi antar-umat beragama.

Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Prof Yos Johan Utama menuturkan, masa pandemi Covid-19 membawa dampak besar terhadap semua aspek.

Dia mencontohkan dari aspek ekonomi, banyak perusahaan gulung tikar dan merumahkan pekerja. Selanjutnya aspek sosial budaya yang mana kegiatan setiap orang dibatasi karena harus mentaati protokol kesehatan.

“Begitu juga aspek politik dan pertahanan serta keamanan, terdampak semua. Di sini kita punya pengalaman mendapatkan serangan yang sama. Tidak memandang suku apa pun. Semua memandang Covid-19 adalah common enemy (musuh bersama),” ujarnya saat “Dialog Kebangsaan” via virtual yang diadakan Pemprov Jateng, Kamis (1/10/2020).

Meski demikian, Yos Johan Utama melihat ada sisi lain di balik kesulitan yang terjadi. Ada hikmah di balik bencana non-alam pandemi ini.

Menurutnya, dalam kehidupan sosial masyarakat ada peningkatan kesadaran untuk saling membantu.

“Misalnya, Undip berhasil mengumpulkan dana untuk membantu penanganan dampak Covid-19 yang mencapai miliaran rupiah,” katanya.

Di sisi lain, masa pandemi ini muncul tanggung jawab sosial, yang mana orang harus pakai masker, mencuci tangan agar orang lain tidak tertular.

“Tanggung jawab sosial itu selama ini hilang. Tapi setelah pandemi, ada tanggung jawab sosial yang besar terhadap orang lain,” ujarnya.

Tidak hanya itu, lanjutnya, masa pandemi memberikan tekanan yang besar supaya masyarakat bisa adaptif dan kreatif.

“Sehingga muncul  bisnis-bisnis baru. Karena tekanan yang berat, bisa memunculkan sesuatu yang baru,” katanya.

Masa pandemi yang panjang, berpengaruh positif  terkait peningkatan keakraban hubungan dalam keluarga. Di mana, saat new normal ini, warga banyak berkutat di rumah untuk melakukan kegiatan sehari- hari karena penerapan work from home.

“Lalu timbul peningkatan hidup hemat. Warga lebih memilih membeli kebutuhan dasar (basic life) seperti makan dibandingkan barang- barang tersier,” tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, masa pandemi ini juga meningkatkan sikap toleransi dan kualitas jiwa religius dalam masyarakat.

“Kita bisa lihat ada upaya saling tolong menolong. Kemudian sisi religius, orang jadi takut mati. Saya melihat, sisi lain  pandemi ini memunculkan sisi- sisi positif tersebut,” tuturnya.

Yos mengajak semua komponen bangsa untuk bersatu padu ikut membasmi penyebaran Covid-19.

“Semua pihak harus mengabaikan yang tidak penting, dan harus fokus penanganan Covid 19,” ujarnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.