Rekor Itu Bermakna kalau City Juara Liga Champions

Pep Guardiola/dok.

 

HALO SPORT – Manchester City menegaskan konsistensinya dengan mengukir 20 kemenangan beruntun di semua kompetisi.

Sukses terakhir dicetak ketika menundukkan West Ham United 2-1 dalam lanjutan Liga Primer Inggris 2020-2021. The Citizens benar-benar sangat tangguh di kompetisi lokal.

Namun, segala rekor itu tak akan bermakna jika Manchester Biru gagal memenangi Liga Champions. Gelar yang belum diraih sejak Pep Guardiola membesut mereka sejak 2016.

Pep memang dimanjakan pemilik. Manajer asal Spanyol ini sudah menghabiskan 500 juta pound (sekitar Rp 10 triliun) untuk membentuk skuad topnya.

City telah berubah menjadi pesaing konsisten di papan atas klasemen Premier League selepas klub diakusisi Sheikh Mansour pada 2008. Mereka meramaikan persaingan melawan tim-tim top seperti Chelsea, Arsenal, Manchester United, dan Liverpool.

The Citizens sering dikritik karena dianggap membeli kesuksesan. Pep menuturkan rahasia kesuksesan timnya lantaran memiliki banyak uang.

Selama ini City dituding sebagai klub yang membeli trofi juara. Menurut Guardiola, klub sekarang tak akan mungkin bisa mencapai sukses tanpa dukungan finansial yang kuat.

‘’Satu-satunya alasan mengapa kami juara itu karena uang, jadi itu benar. Kami bisa menerimanya,’’ ungkap Pep.

Dia menjelaskan mustahil bisa melakukan dan mempertahankannya untuk waktu yang lama dengan pemain yang biasa-biasa saja.

‘’Pemain-pemain top itu butuh uang banyak. Untuk bisa berada di level elite, Anda harus belanja. Ketika Manchester United juara, juara, dan juara itu karena mereka menghabiskan lebih banyak uang daripada klub lain. Di Barcelona dan Real Madrid juga sama,’’ ujar Pep.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.