in

Reklame Tak Berizin di Jalan Dr Sutomo Kota Pekalongan Segera Ditertibkan

Reklame permanen ilegal di Jalan Dr Sutomo yang bakal dibongkar. (Foto : Pekalongankota.go.id)

 

HALO PEKALONGAN – Tim Koordinasi Penegakan Perda dan Perkada Kota Pekalongan, segera membongkar reklame-reklame permanen tak berizin dan melanggar izin, di sepanjang Jalan Dr Sutomo, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan.

Kasatpol PP Kota Pekalongan, Dr Sri Budi Santoso mengungkapkan keberadaan reklame-reklame itu melanggar Perda Nomor 2 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Reklame.

Sesuai ketentuan, reklame yang dipasang tanpa izin, izinnya sudah kedaluwarsa, kondisinya tidak terawat seperti terbengkalai, rusak, dan membahayakan keselamatan publik, serta tidak membayar pajak, akan dibongkar.

Adapun tim penindakan, terdiri atas Satpol PP, TNI Kodim 0710/Pekalongan, Polres Pekalongan Kota, dan Dinas Perhubungan Kota Pekalongan.

“Keberadaan reklame tersebut melanggar ketentuan Perda Nomor 2 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Reklame, di mana reklame-reklame permanen ilegal di sepanjang jalan Dr Sutomo, beberapa di antaranya tidak memiliki izin, sebagian juga sudah dalam kondisi tidak terawat (rusak, terbengkalai) sehingga membahayakan keselamatan masyarakat apabila sewaktu-waktu reklame itu jatuh atau roboh,” kata dia, seperti dirilis.

Menurut Sri Budi Santoso, pembongkaran reklame permanen ilegal itu dilakukan karena sebelumnya dari tim koordinasi penegakkan Perda dan Perkada Kota Pekalongan, telah mengirimkan surat perintah bongkar kepada para pemilik reklame tersebut agar membongkar secara mandiri reklame yang tidak berizin tersebut.

Disampaikan Sri Budi Santoso, dari 12 pemilik reklame yang dikirimi surat perintah bongkar mandiri, baru 1 yang menanggapi dan bersedia memindahkan serta membongkar sendiri.

Sementara lainnya tidak menanggapi dan sudah melewati batas waktu tujuh hari, setelah surat dilayangkan. Tim kemudian mematangkan koordinasi, agar pada pembongkaran paksa tersebut tidak mengganggu lalu lintas dan pengguna jalan. Pasalnya, letak reklame-reklame permanen ilegal tersebut berada di median jalan.

“Tujuan penertiban reklame permanen  ilegal ini adalah untuk mewujudkan kepastian hukum terkait penyelenggaraan reklame sehingga dapat menciptakan iklim investasi usaha reklame yang kondusif, serta dalam rangka meningkatkan PAD untuk meningkatkan kemampuan pembangunan daerah dalam mensejahterakan masyarakat,” tutur Sri Budi Santoso.

Dia menyebutkan, adapun ketentuan pemasangan reklame yang diizinkan di antaranya reklame tersebut wajib berizin, membayar retribusi atau pajak reklame ke Badan Keuangan Daerah (BKD).

“Untuk titik-titik penertiban reklame permanen ilegal di Jalan Dr Sutomo akan dimulai dari Jembatan Kalibanger ke Timur sampai perbatasan dengan Kabupaten Batang. Reklame permanen ilegal yang sudah terdata di kami ada sekitar 13 buah reklame akan kami lakukan pembongkaran paksa. Sehingga kami berharap, ke depannya, para penyelenggara reklame bisa mematuhi ketentuan yang berlaku baik menyangkut izin maupun pembayaran pajak reklamenya,” kata Sri Budi Santoso. (HS-08).

Share This

Kartu Nikah di Kota Pekalongan Beralih Digital

JD.ID Bagikan 10 Ribu Paket Bantuan Sosial Bagi Masyarakat Terdampak Covid-19 di Semarang