Refleksi Hari Jadi, Forkompimcam Kangkung Nguri-Uri Sejarah Terbentuknya Kecamatan

Camat Kangkung, Ardhi Prasetyo menyerahkan potongan tumpeng kepada Camat Kangkung pertama, Edi Suparno dalam doa bersama dan sosialisasi sejarah terbentuknya kecamatan di Aula Kecamatan Kangkung, Jumat (11/9/2020).

 

HALO KENDAL – Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimcam) gelar doa bersama dan sosialisasi sejarah terbentuknya kecamatan di Aula Kecamatan Kangkung, Jumat (11/9/2020).

Forkompimcam melalui Camat Kangkung, Ardhi Prasetyo menjelaskan, kegiatan doa bersama sekaligus sosialisasi digelar dalam rangka mengingatkan kembali sejarah dan regulasi terbentuknya Kecamatan Kangkung.

“Jadi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 1992, Kecamatan Kangkung yang merupakan pemekaran dari Kecamatan Cepiring ditetapkan sebagai kecamatan baru pada tanggal 12 September 1992,” terangnya.

Sehingga, lanjut Ardhi, mendasar dari ditetapkannya Peraturan Pemerintah tersebut, maka pada tanggal tersebut diperingati sebagai hari jadi kecamatan.

“Dikarenakan kondisi pandemi Covid-19, peringatan hari jadi kecamatan dilaksanakan secara sederhana, namun tetap khidmat,” ungkapnya.

Doa bersama diikuti oleh Forkompimcam, Ketua MUI, unsur pimpinan lintas sektoral, dan para kepala desa, serta mengundang Edi Suparno selaku Camat Kangkung yang pertama.

“Beliau adalah camat pertama sejak dibentuknya kecamatan. Kami hadirkan untuk berbagi pengalaman selama menjabat” jelas Ardhi yang baru menjabat 1 tahun sebagai Camat Kangkung.

Ditambahkan, selain doa bersama, pada hari yang sama juga digelar kegiatan bakti sosial terutama untuk penanganan dampak Covid-19.

“Bakti sosial dilaksanakan di beberapa tempat, salah satunya bagi-bagi masker dan penyemprotan disinfektan di fasilitas umum yang dilaksanakan di Pasar Kangkung,” imbuhnya.

Sementara itu Edi Suparno mengatakan, pada saat dirinya menjabat sebagai Camat Kangkung pada awal tahun 1993, situasi wilayah tidak seperti saat ini.
“Terutama dulu apabila terjadi hujan dengan curah tinggi, terkadang mengakibatkan banjir yang menggenangi hingga permukiman warga,” paparnya.

Artinya dengan situasi alam yang sekarang lebih kondusif serta sarana prasarana penunjang pekerjaan lebih memadai, diharapkan aparaturnya lebih bersemangat dan bekerja optimal memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Dan melalui peringatan hari jadi ini, menjadi refleksi untuk saling sengkuyung guyub rukun dan selalu membangun pribadi yang berakhlakul karimah untuk memajukan kecamatan yang menjadi tempat kita mengabdi,” ungkap Edi Suparno.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.