RCEP Ditandatangani, Jokowi : Ini Simbol Komitmen Perdamaian, Stabilitas, dan Kesejahteraan di Kawasan

Presiden Joko Widodo dan Menteri Perdagangan dalam acara penandatanganan RCEP secara virtual, (Foto : Presiden RI.go..id)

 

HALO SEMARANG – Menteri Perdagangan Negara-negara ASEAN dan sejumlah negara mitra, menandatangani Perjanjian Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), Minggu (15/11).

RCEP melibatkan negara-negara anggota ASEAN ditambah sejumlah negara lain.

Negara-negara anggota ASEAN tersebut adalah Brunei Darussalam, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Adapun negara di luar ASEAN yang terlibat adalah Republik Rakyat Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru.

Bagi Indonesia, peristiwa itu merupakan bagian historis. Hal itu karena ketika menjadi menjadi Ketua ASEAN 2011 silam, Indonesia yang menginisiasi kerja sama tersebut.

“Hari ini merupakan hari yang bersejarah. Hari ini kita menandatangani Perjanjian Regional Comprehensive Economic Partnership atau RCEP,” ujar Presiden, dalam pidatonya secara virtual di KTT ke-4 RCEP, pada Minggu, 15 November 2020, dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Setelah melalui proses panjang, hampir satu dekade, perundingan kerja sama tersebut akhirnya dapat diselesaikan.

Presiden mengatakan semua negara merasakan bahwa proses perundingan RCEP ini bukanlah sesuatu yang mudah.

Namun pada akhirnya, RCEP tetap dapat diselesaikan berkat komitmen yang kuat terhadap multilateralisme atau kerja sama antarnegara dari negara-negara di kawasan.

“Penandatanganan ini menandai masih kuatnya komitmen kita terhadap multilateralisme,” kata Presiden.

Tercapainya perundingan RCEP tersebut juga menandai komitmen negara-negara terhadap prinsip perdagangan multilateral yang terbuka, adil, dan menguntungkan semua pihak. Lebih penting lagi, hal ini memberikan harapan dan optimisme baru bagi pemulihan ekonomi pascapandemi di kawasan.

Dalam KTT tersebut, negara-negara RCEP menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Indonesia, selama proses perundingan.

Kepala Negara dalam kesempatan tersebut sekaligus menyampaikan ucapan terima kasihnya atas dukungan konstruktif banyak pihak yang terlibat dalam perundingan ini.

“Sebuah kehormatan bagi Indonesia, menjadi negara koordinator dalam proses panjang ini. Dalam kesempatan ini, saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan atas dukungan dan kontribusi konstruktif semua negara tanpa terkecuali dalam proses perundingan ini,” tuturnya.

RCEP merupakan simbol komitmen pemimpin negara di kawasan terhadap paradigma win-win yang mengutamakan kepentingan bersama. Komitmen atas perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan di kawasan tersebut akan menjadi bagian penting bagi komitmen kawasan terhadap sentralitas ASEAN di kawasan Indo-Pasifik.

Namun, Presiden Joko Widodo justru menyebut bahwa penandatanganan perjanjian kerja sama ini hanyalah sebuah permulaan.

Setelahnya, negara-negara yang terlibat masih harus berupaya untuk mengimplementasikannya.

“Ini juga membutuhkan komitmen politik pada tingkat tertinggi. Bagi Indonesia, kami masih membuka peluang negara di kawasan untuk bergabung dalam RCEP ini,” tandasnya.

Pada akhir KTT, acara kemudian berlanjut dengan upacara penandatanganan RCEP yang disaksikan masing-masing pemimpin ASEAN dan negara mitra yaitu Australia, Selandia Baru, Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam KTT ke-4 RCEP dan dalam acara penandatanganan RCEP yaitu Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Sementara itu, Tiongkok menganggap RCEP sebagai perjanjian perdagangan terbesar di dunia, sekaligus kemenangan bagi multilateralisme.

“Melihat kondisi global saat ini, penandatanganan RCEP setelah perundingan selama delapan tahun, memancarkan sinar dan memberikan harapan di tengah kondisi suram,” kata Perdana Menteri Tiongkok, Li Keqiang setelah penandatangan virtual.

Menurut dia ini menunjukkan bahwa multilateralisme adalah cara yang benar, dan mencerminkan arah yang tepat, bagi perekonomian global dan kemajuan manusia. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.