Halo Semarang
Take a fresh look at your lifestyle.

Razia Parkir, Petugas Temukan Karcis Palsu

Sejumlah petugas gabungan dari Dinas Perhubungan Kota Semarang dan Tim Saber Pungli Polrestabes Semarang melakukan razia parkir, Rabu (4/8/2019).

 

HALO SEMARANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang bersama Tim Saber Pungli Polrestabes Semarang melakukan penertiban parkir di sejumlah titik parkir diantaranya di sepanjang Jalan MT Haryono dan Jalan Agus Salim, Rabu (4/9/2019).
Dalam penertiban tersebut, petugas menemukan karcis palsu atau karcis yang tidak dikeluarkan Dishub Kota Semarang saat melakukan penertiban.

Juru parkir (jukir) pemegang karcis palsu tersebut juga tidak mengenakan rompi sebagaimana yang digunakan oleh petugas parkir lainnya yang menjadi seragam resmi dari Dishub Kota Semarang. Saat dimintai keterangan, petugas parkir tersebut mengaku tidak mengerti apapun lantaran dia hanya membantu rekannya, bernama Sudarno.

Seorang Jukir, Sudarno (59) mengaku mendapatkan karcis tersebut dari seorang oknum Dishub Kota Semarang. Sudah sekitar dua tahun terakhir ini dia mendapatkan karcis tersebut dari seorang oknum petugas Dishub yang mengaku bernama Budi. Satu bendel karcis itu berisi sekitar 100 lembar.

“Satu bendel biasanya habis sepekan. Kadang juga lebih dari sepekan. Petugas Dishub ngasihnya tidak tentu berapa hari sekali, yang jelas kalau sudah habis ya nanti dikasih,” ungkap Sudarno.

Sudarno menjaga parkir di tepi Jalan Agus Salim. Rata-rata dalam sehari, dia menghasilkan uang sekitar Rp 100 ribu. Dia harus menyetorkan hasil tersebut kepada oknum Dishub sebesar Rp 45 ribu, sementara sisanya menjadi haknya.

Selain menjumpai karcis palsu, Dishub Kota Semarang juga menemukan sejumlah juru parkir yang kartu tanda anggotanya (KTA) telah hangus. Sehingga mereka harus melakukan perpanjangan KTA.

Salah satu jukir di Jalan MT Haryono, Runtah mengatakan, saat ini masih mengurus perpanjangan KTA.

Dia akan menaati segala peraturan parkir yang ditetapkan Dishub Kota Semarang, termasuk tarif parkir yang mana besaran tarif sebesar Rp 2.000 untuk roda dua dan Rp 3.000 untuk roda empat. “Kami juga berjanji akan mengatur parkir secara tertib sehingga tidak menimbulkan kemacetan,” imbuhnya.

Sementara, Kabid Perparkiran Dishub Kota Semarang, Joko Adi Santoso mengatakan, untuk dapat menjadi seorang jukir, mereka harus terdaftar secara resmi dengan mengisi blangko di kantor Dishub Kota Semarang.

Kemudian, pihak dishub akan menghitung potensi parkir. Setelah itu, petugas parkir akan mendapatkan atribut, di antaranya karcis, rompi, dan KTA.

“Banyak yang belum memperpanjng KTA. perpanjang KTA itu tidak sulit. Kalau persyaratan lengkap, langsung jadi. Yang jadi masalah saat ini kami memang tengah mempersiapkan parkir berlangganan sehingga tidak menerbitkan KTA baru. Tapi dalam tiga bulan ke depan atau hingga akhir tahun semua jukir sudah akan memggunakan KTA,” urainya.

Terkait ditemukannya karcis palsu, Joko mengatakan, karcis tersebut tidak diterbitkan oleh Dishub. Karcis yang diterbitkan oleh Dishub Kota Semarang memiliki korporasi atau kode khusus yang tidak bisa ditiru.

“Karcis tadi bukan produk kami. Perbedaannya kami memiliki kode khusus, ada kode sendiri yang tidak bisa ditiru karena korporasi tiap saat berubah,” jelas Joko.

Menanggapi pengakuan jukir yang mendapatkan karcis palsu tersebut dari oknum Dishub, dia akan melakukan pengecekan lebih lanjut untuk menelusuri hal itu.

“Pemakaian karcis palsu masuk tindak pidana ringan (tipiring). Kami akan cek lagi. Tadi kami minta surat izin parkir, jukirnya saja tidak bisa menunjukkan. Bisa saja oknum yang disebutkan itu bukan dari Dishub. Bisa saja walau memakai baju Dishub tapi dia bukan orang Dishub,” paparnya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang