in

Ratusan Kartunis dari Berbagai Negara Meriahkan Festival HAM 2021

Satu di antara pengunjung pada Festival HAM 2021 Kota Semarang di Po Hotel, Rabu (17/11/2021).

 

HALO SEMARANG – Sebanyak 937 kartunis dari 59 negara turut memeriahkan Festival HAM 2021 yang berlangsung di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) pada 16-19 November 2021.

Dari 1.904 karya yang diterima mulai 30 September-31 Oktober 2021. Karya pilihan lomba kartun bertajuk “International Semarang Cartoon Festival 2021 (i-Sekarfest)” dipamerkan secara terpisah di Hotel PO lantai 7 dan Hotel MG Setos lantai 16 selama gelaran Festival HAM.

PIC i-Sekarfest 2021, Abdul Arif mengatakan, jumlah peserta lomba menunjukkan antusiasme kartunis dunia dalam meramaikan Festival HAM. Menurutnya, jumlah itu merupakan yang terbanyak dari festival maupun pameran kartun yang pernah diikutinya.

“Dari data yang kami terima, para dedengkot dan kartunis senior dunia bahkan ikut turun gunung memeriahkan festival ini,” kata ketua Gold Pencil Indonesia itu, Rabu, (17/11/2021).

Abdul menyebutkan, peserta yang ikut di antaranya, Presiden Union of World Cartoonists Ahmed Altay dari Turki, Ketua Pakarti Agoes Jumianto dari Indonesia, Presiden Cartoonclub Agency Angel Boligan Corbo dari Meksiko, Wakil Presiden Federation of Cartoonists Organisations Bernard Bouton dari Perancis.

Selain itu, Luc Descheemaeker dari Belgia, Presiden The Russian Cartoonists Union Mikhail Zlatkovsky dari Rusia, Musa Gumus dari Turki, Prawit Mongkolnowrut dari Thailand, Direktur Syria Cartoon Raed Khalil dari Syria, Rossem dari Malaysia, Direktur Humortoons Seyran Caferli dari Azerbaijan, kartunis senior Semarang Koesnan Hoesie dari Indonesia, Guru SMPN 17 Semarang Suratno dari Indonesia, kartunis Kompas Thomdean dari Indonesia, kartunis Jawa Pos Wahyu Kokkang dari Indonesia, dan masih banyak lainnya.

“Pelajar Semarang juga antusias meramaikan lomba ini. Ada 400 an siswa SMP yang ikut serta. Dari SMPN 17 Semarang dan SMPN 21 Semarang,” katanya.

Ia menjelaskan, panitia telah menyeleksi karya-karya yang masuk secara bertahap melibatkan tiga juri. Mereka yaitu, kartunis senior pendiri Gold Pencil Indonesia, Jitet Kustana, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Semarang, Aris Mulyawan dan perwakilan Komnas HAM, Fahries Hertansyah Pohan.

Seleksi tahap pertama berlangsung pada 5-7 November 2021 menghasilkan 200 karya pilihan. Seleksi tahap kedua berlangsung pada 9 November 2021 menghasilkan 75 karya finalis.

“75 karya finalis ini selanjutnya menjalani uji orisinalitas secara publik melalui web kartun internasional. Kami membuka kesempatan bagi siapapun untuk melihat orisinalitas karya ini,” kata Abdul.

Abdul menambahkan, panitia juga menerima sejumlah aduan terkait beberapa karya finalis tersebut. Aduan itu menjadi pertimbangan untuk menetapkan kartun juara yang diumumkan pada acara Welcome Dinner Festival HAM 2021, 16 November 2021.

Setelah melalui tahapan seleksi yang ketat, panitia menetapkan karya kartunis asal Rusia, Mikhail Zlatkovsky berjudul “Newspaper Baloon” sebagai juara pertama. Kartun Zlat mengangkat isu media massa dan HAM dengan menampilkan visual balon udara yang membawa para pengungsi.

Menurutnya, seseorang tampak meniup balon udara yang disusun dari lembaran-lembaran surat kabar. Para juri menilai, kartun Zlat sangat kuat dari sisi ide dan visual.

“Kartun ini idenya kuat, detilnya dapat dan goresan gambarnya juga berkarakter,” kata perwakilan Komnas HAM Fahries Hertansyah yang juga anggota juri.

Juri lain, Jitet Kustana menambahkan, karya-karya yang masuk dalam i-Sekarfest mewakili kondisi HAM di negara masing-masing peserta, termasuk kartun karya Zlat.

Menurut Jitet, media massa sebagaimana digambarkan Zlat mampu mengangkat isu-isu pelanggaran HAM agar diketahui oleh publik.

“Dengan media massa, informasi menjadi terbuka,” kata Jitet.

Sementara itu, kartun karya Muhammad Nasir asal Indonesia berjudul “Legal Sttlement” meraih juara dua. Kartun Nasir berbicara tentang isu penegakan hukum kasus HAM. Kartun tersebut menampilkan visual palu peradilan yang digambarkan sebagai siput yang artinya berjalan lamban. Visual tersebut menurut para juri mudah dicerna oleh audiens.

Adapun juara tiga i-Sekarfest 2021 diraih oleh kartunis perempuan asal Iran, Nahid Zamani dengan judul karya “Girl’s Education Right”. Karya Nahid menampilkan visual anak laki-laki dan perempuan. Anak laki-laki memiliki banyak pilihan baju profesi sementara anak perempuan hanya miliki satu pilihan baju yaitu, baju bercadar.

“Isu gender soal profesi ini kuat dan isu HAM-nya masuk. Perlu perlakuan yang sama antara pria dan Wanita,” kata Fahries.

Perlu diketahui, Festival HAM 2021 Kota Semarang terselenggara atas kerja sama Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Komnas HAM RI), International NGO Forum on Indonesian Development (INFID), Kantor Staf Presiden (KSP) dan Pemerintah Kota Semarang.

Share This

Presiden RI Joko Widodo Lantik Jenderal TNI Andika Perkasa Sebagai Panglima TNI

Jadi Nakhoda Baru BNPB, Mayjen Suharyanto: BNPB Akan Hadir Saat Bencana