Ratusan Ikan Mati di Sungai Elo, Bupati Temanggung Minta DLH Selidiki Pencemaran Pabrik

Bupati Temanggung HM Al Khadziq (Foto :Jatengprov.go.id)

 

HALO TEMANGGUNG – Bupati Temanggung HM Al Khadziq mengancam akan memberi sanksi tegas, termasuk penutupan sementara, jika pihaknya memperoleh bukti penyebab ratusan ikan mati di Sungai Elo adalah akibat pencemaran.

“Saya telah meminta kepada DLH Kabupaten Temanggung, untuk menyelidiki penyebab kematian ikan di Sungai Elo Pringsurat. Perlu dicari fakta, apakah matinya disebabkan oleh polutan pabrik atau ada penyebab lainnya,” kata dia seperti dirilis Jatengprov.go.id, Kamis (19/11).

Bupati mengatakan dia telah menerima laporan tentang dugaan pencemaran di Sungai Elo, di sekitar pabrik tekstil di Kecamatan Pringsurat.

“Tetapi harus dicari masalah yang sesungguhnya karena apa, baru nanti kita ambil tindakan,” kata dia.

Sebelumnya, Senin (16/11) lalu warga Desa Soropadan, Kecamatan Pringsurat digegerkan dengan matinya ratusan ikan di sepanjang Sungai Elo.

Kahdziq mengatakan pada September lalu, ada pabrik tekstil di wilayah tersebut yang ketahuan membuang limbah dan menyebabkan pencemaran.

Ketika itu Pemkab Temanggung dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Tengah, lantas memberi peringatan keras. Pihak pabrik pun berjanji akan membuat IPAL sesuai aturan.

“Pabrik tekstil tersebut dulu pernah diperingatkan, karena membuang limbah sembarangan di sungai, sehingga mengakibatkan baku mutu air di Sungai Elo melebihi ambang batas yang diizinkan. Oleh karena itu kita berikan waktu 180 hari untuk memperbaiki instalasi pengolahan air limbah (IPAL), tetapi sekarang belum ada 180 hari sudah ada laporan dari masyarakat bahwa di sungai sekitar pabrik ikan-ikan pada mati,” katanya.

Bupati juga sudah meminta DLH mengambil sampel dari ikan-ikan yang mati untuk diteliti di laboratorium untuk memastikan pencemaran sungai kali ini betul ulah dari pabrik tersebut atau bukan.

Uji sampel ikan yang mati di Sungai Elo dilakukan di Laboratorium Provinsi Jawa Tengah di Semarang, namun hasilnya baru akan keluar sekitar 16 hari ke depan.

“Kalau ini ulah dari pabrik tersebut, maka jelas melanggar aturun, maka saya akan minta kepada DLH untuk memberikan sanksi, kalau perlu ditutup sementara. Namun, kalau memang air limbah pabrik tersebut tidak terbukti sebagai penyebab kematian ikan di Sungai Elo harus tetap dicari penyebabnya dari apa, karena mungkin ulah oknum tertentu telah merusak lingkungan,” kata Khadziq. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.