in

Ratusan Hektare Lahan Pertanian di Boyolali Mulai Diserang Hama

Kepala Dispertan Kabupaten Boyolali, Bambang Jiyanto. (Foto : Boyolali.go.id)

 

HALO BOYOLALI – Memasuki peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau, beberapa komoditas bahan pangan mulai diserang berbagai hama.

Menurut data dari Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Boyolali, setidaknya ada tiga hama yang mulai menyerang tanaman petani.

“Saat ini kondisi tanaman di beberapa wilayah ada serangan hama penyakit, baik itu berupa tikus, penggerek, ada hama penyakit lain,” kata Kepala Dispertan Kabupaten Boyolali, Bambang Jiyanto, Kamis (27/5), seperti dirilis Boyolali.go.id.

Dilaporkan terdapat hama penggerek batang padi yang menyerang area seluas 12 hektare, kemudian hama blas yang menyerang 56 hektare tanaman padi. Serta hama tikus yang mulai menyerang 342 hektare tanaman padi, di antaranya terdapat 115 hektare yang kini sudah mampu dikendalikan.

Selain tanaman padi, tikus juga menyerang 25 hektare tanaman jagung dan 45 hektare tanaman kedelai.

Dispertan Kabupaten Boyolali kemudian mengambil langkah yang cepat, antara lain dengan mengendalian hama terpadu dan upaya upaya paling bertahan lama, yakni dengan pembangunan rumah burung hantu (rubuha).

“Tatkala banyak kita pasang rumah rumah burung hantu di lahan lahan pertanian kita nanti secara otomatis akan menjadi tempat tinggal bagi burung hantu tersebut dan akan akan mengkonsumsi tikus,” katanya.

Pihaknya telah menyediakan pestisida untuk penggerak pengendalian secara terpadu, serta telah meminta bantuan melalui APBN untuk dua paket rubuha di Desa Repaking, Kecamatan Wonosamodro dan 10 paket rubuha untuk Desa Kragilan, Kecamatan Mojosongo. Di beberapa tempat petani, sudah memiliki kesadaran secara pribadi untuk membuat rubuha secara swadaya.

“Kami tidak henti hentinya mengkomunikasikan ketersediaan pestisida ke provinsi agar sewaktu waktu terjadi serangan hama penyakit dan kita melakukan pengendalian secara terpadu pestisida sudah tersedia tinggal dilakukan gerakan,” ujarnya.

Selain serangan hama, komoditas pangan juga mengalami puso. Antara lain 55 hektar tanaman padi puso yang tersebar di Kecamatan Karanggede, Simo, Klego, dan Kemusu. Serta 118 hektar tanaman jagung yang mengalani puso di Kecamatan Wonosegoro dan Kemusu. (HS-08)

Ajak Masyarakat Apresiasi Pencapaian Tengah Tahun, ShopeePay Hadirkan Kampanye 6.6 Mid Year Deals

Klaster Lapas Di Kendal Meningkat