Ratusan Bonsai Dipajang Dalam Pameran dan Kontes Bonsai Kendal 2020

Berbagai macam tanaman hias Bonsai dipamerkan dalam kontes di halaman Rumah Dinas Bupati Kendal, Jetis, Kendal, Sabtu (19/12/2020).

 

HALO KENDAL – Sebanyak 501 tanaman hias Bonsai berbagai ukuran dipajang di halaman Rumah Dinas Bupati Kendal yang mangkrak, di Kelurahan Jetis, Kecamatan Kendal, Sabtu (19/12/2020).

Bukan sebagai penghias Rumdin, namun ratusan Bonsai tersebut sengaja dipajang, untuk dinilai pada ajang kontes Bonsai lokal bersama ratusan pecinta tanaman hias di Kabupaten Kendal.

Kordinator kegiatan, Ghofur mengatakan, Kontes Bonsai 2020 kali ini sebagai upaya mengakomodir para pecinta tanaman Bonsai agar tetap eksis di tengah masa pandemi Covid-19.

Dikatakan, sebanyak 501 pohon yang telah disiapkan bakal dinilai oleh para juri tanaman hias nasional untuk dipilih beberapa tanaman terbaik 2020.

“Jenisnya ada dua macam, baik basic maupun lanjutan. Masing-masing akan dinilai juri dari Kota Semarang dan juga Kabupaten Temanggung selama dua hari masa penilaian, yang dimulai Jumat (18/12/2020),” terangnya.

Menurutnya, ajang penilaian tanaman bonsai sengaja ditempatkan di halaman Rumdin Bupati karena tempatnya yang luas. Sehingga tidak menimbulkan kerumunan pengunjung.

“Selain itu, guna memanfaatkan halaman rumah dinas yang sudah lama mangkrak tidak digunakan,” imbuh Ghofur.

Dijelaskan, pada ajang tersebut hanya diikuti oleh pecinta Bonsai lokal Kendal saja. Pemenangnya akan mendapatkan sertifikat penghargaan dan piala, serta berhak menaikkan harga jual Bonsainya saat lelang.

“Konsep awalnya adalah Agro dan UKM Fair, kami persempit menjadi Kontes Bonsai dan Bursa Agro. Penilaian ada beberapa item, termasuk semua batang harus seimbang dari bawah sampai atas,” jelas Ghofur.

Bonsai yang terpilih menjadi tanaman terbaik biasanya akan dilelang dengan harga yang tinggi.

Dia pun optismistis, dengan potensi yang ada, pihaknya memperkirakan bakal ada tanaman Bonsai yang bisa terjual dengan harga Rp 30 juta per pohon.

“Namun harga tersebut bisa saja naik atau turun tergantung jumlah peminat saat mengajukan penawaran,” imbuh Ghofur.

Dirinya berharap, dengan digelarnya ajang ini, dapat menaikkan kembali harga jual tanaman Bonsai di pasaran. Sehingga bisa turut membangkitkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Kendal.

“Bahkan pernah ada satu pohon terjual Rp 1 miliar, beberapa tahun lalu. Tapi itu kelasnya nasional. Kalau lokal masih jauh, paling Rp 30 jutaan naik turunnya. Tapi lumayanlah, bisa buat nambah penghasilan,” pungkas Ghofur.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.