Ratusan Bencana Melanda Banjarnegara

Kepala BPBD Banjarnegara Aris Sudaryanto, dalam rapat Forum Komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kabupaten Banjarnegara, di rumah dinas Bupati Banjarnegara. (Foto : Banjarnegarakab.go.id)

 

HALO BANJARNEGARA – Ratusan bencana melanda Kabupaten Banjarnegara dalam rentang waktu hampir setahun ini.

Kepala BPBD Banjarnegara, Aris Sudaryanto, memaparkan hingga tanggal 10 Desember ini, telah terjadi 306 kejadian bencana, yang mayoritas adalah akibat longsor dan tanah bergerak.

Dia menyebut dalam rentang waktu mulai dari awal tahun hingga 10 Desember itu, telah terjadi 28 kali banjir, angin kencang 32 kali, gempa bumi 2 kali, dan kebakaran 30 kali. Dengan demikian untuk bencana longsor dan pergerakan tanah, mencapai 214 kali.

Untuk dampak bencana tanah longsor, antara lain 1 orang meninggal, dan luka-luka 9 orang. Adapun untuk rumah yang rusak berat ada 42 unit, rusak sedang 104 unit, rusak ringan 149 unit, dan terancam 290 rumah. Ini termasuk yang di Desa Sewidak dan Desa Bantar.

“Untuk pengungsi ada 650 orang dan ini merupakan hari ketiga sejak ditetapkan siaga bencana tanggal 7 Desember dan akan berakhir tanggal tanggal 13 Desember.

Aris menambahkan, apabila nanti berdasarkan kajian geologi untuk desa Sewidak dan Desa Gumingsir tanahnya masih bergerak maka akan diperpanjang sesuai dengan ketentuan.

Pemaparan tersebut disampaikan Aris Sudaryanto, dalam rapat Forum Komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kabupaten Banjarnegara, di rumah dinas Bupati Banjarnegara, Jumat (11/12).

Rapat dipimpin Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono diikuti oleh Wakil Bupati Syamsudin SPd MPd, Sekda Drs Indarto MSi, Kapolres Banjarnegara AKBP Fahmi arifrianto Dandim 0704 Letkol Sujeidi Faisal, Kajari Sigid Januaris Pribadi, dan OPD teknis terkait.

Pada pengarahannya Budhi Sarwono mengajak kepada peserta rapat selaku pimpinan di lembaganya untuk selalu mengajak eling, waspada dan siaga menyikapi bencana yang terjadi. Tak lupa Budhi meminta ASN untuk memberi teladan dalam penerapan protokol kesehatan.

Bupati menjelaskan bahwa upaya penanganan darurat telah dilakukan oleh pemerintah. Yang pertama adalah prioritas pada akses infrastruktur yang ada di jalur tersebut. Dilaporkan bahwa jalur bencana di Bantar Kecamatan Wanayasa sampai Kalitlaga Kecamatan Pagentan ada 6 titik jalan terputus.

“Kita usaha keras bisa tangani semua sehingga akses bisa kita lewati, agar kawasan ini terbuka untuk seluruh relawan yang akan melakukan bantuan,” kata dia seperti dirilis Banjarnegarakab.go.id. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.