in

Rangkaian Treatment Spa Masa Pandemi Dipersingkat

Ketua Asosiasi SPA Sehat Semarang (Assera), Maria Magdalena Susanti, saat diwawancarai wartawan, Jumat, (27/11/2020).

 

HALO SEMARANG – Di masa Pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, para pelaku usaha khususnya perawatan tubuh dan salon kecantikan dituntut menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Salah satunya mempersingkat rangkaiannya treatment bagi pelanggannya. Sebab, makin lama treatment yang dilakukan bisa berpotensi menularkan virus corona.

Ketua Asosiasi SPA Sehat Semarang (Assera), Maria Magdalena Susanti mengatakan, biasanya treatmen Spa memiliki durasi waktunya hingga 30 menit. Pada masa pandemi ini disingkat menjadi 10 sampai 15 menit.

Dan rangkaiannya pun lebih pendek dari yang biasanya, hanya melalui 4 tahapan treatment.

“Biasanya treatment Spa satu rangkaian ada massage, berendam, dan mandi shower, serta sauna. Saat ini untuk berendam kita hilangkan, karena dikhawatirkan bisa menularkan virus dari air kolam,” katanya, di acara Bimbingan Teknis Program Penerapan CHSE, Cleanliness, Healthy, Safety and Enviromental Sustainability, yang digelar Disbudpar di Hotel Horison Nidya Semarang, Jumat (27/11/2020).

Selama pandemi ini, kata Maria, pihaknya juga membatasi tamu masuk ke tempat Spa, terutama yang memiliki suhu tubuhnya tinggi atau saat sakit seperti batuk dan pilek. “Kami hanya memilih tamu yang benar-benar sehat saja demi keamanan kesehatan bersama,” ujar perempuan yang juga sebagai general meneger Susan Spa ini.

Pihak pengelola Spa, lanjut dia, juga memberikan bekal berupa alat pelindung diri (APD) kepada terapis saat melakukan kontak fisik dengan tamu.

Dan terapis diwajibkan menggunakan hand glove, khusus untuk treatment. Meski diakuinya, sarung tangan khusus treatment ini harganya makin mahal saat ini.

“Namun demi keamanan bersama hal ini harus digunakan agar tidak menularkan virus corona,” imbuhnya.

Sementara itu, narasumber lain, dokter umum Dewi Nilawati mengatakan, dalam CHSE tidak dianjurkan Spa selama waktu lebih dari satu jam. Karena terlalu lama kontak, memperbesar kemungkinan penularan. “Kecuali yang memberikan treatment terapis berbeda-beda dan menggunakan tempat berbeda, serta pemakaian APD baru, seperti masker, hand glove dan stelirisasi ruangan,” ujarnya.

Sehingga penting, kata dia, bagi pemilik untuk mendukung pembekalan berupa APD seperti face shield kepada terapis, pemeriksaan kesehatan tamu, serta menjaga lingkungan tempat kerja yang bersih.

“Sehingga semua tamu atau pelanggan yang datang merasa aman dan nyaman. Begitu juga tempat Spa bisa terus beroperasi untuk memperoleh pelanggan,” terangnya.(HS)

Share This

Waroenk Miekopipaste Ramaikan Bisnis Kuliner di Semarang

Pandemi Covid-19, Stok Darah di PMI Kabupaten Pemalang Menipis