in

Ramai Penolakan Timnas Israel Bertanding di Piala Dunia U20, Pengamat: Bedakan Urusan Olahraga dan Ranah Diplomatik

Pengamat politik sekaligus Koordinator Program Studi Ilmu Politik FIS Unnes, Moh Aris Munandar.

HALO SEMARANG – Menanggapi masalah ramainya penolakan terhadap keikutsertaan Tim Nasional (Timnas) sepakbola Israel dalam multievent Piala Dunia U20 di Indonesia, menurut Pengamat politik yang juga pengajar pogram studi ilmu politik FIS Unnes, Moh Aris Munandar bahwa sikap politik Indonesia harus tegas dan konsisten mendukung Palestina. Karena sejak Indonesia merdeka sampai saat ini serta di dalam Undang-Undang Dasar 1945, juga tercantum yang menolak segala bentuk penjajahan.

Dikatakan Aris, dalam konteks hubungan diplomatik atau di forum internasional sudah jelas sikap Indonesia mengupayakan terus kemerdekaan Palestina dari Israel.

“Itu terkait urusan politik dua negara, merupakan ranah politik atau menyangkut hubungan diplomatik internasional, sedangkan masalah olahraga itu dibedakan,” terangnya, Rabu (29/3/2023).

Dijelaskan dia, memang hubungan Indonesia dengan Israel cenderung antipati karena adanya solidaritas negara muslim, salah satunya Indonesia di dalamnya. Meski dari versi bangsa eropa sendiri punya beda pandangan jika Israel menjajah Palestina. Sedangkan Indonesia telah menjalin hubungannya dengan Palestina, yang mana Indonesia pernah membantu membangunkan rumah sakit saat dibutuhkan Palestina.

“Bahkan, pada saat itu negara tetangga atau negara Arab tidak berani membantu Palestina. Namun Indonesia justru memberikan bantuan kemanusiaannya,” imbuhnya.

Namun, di sisi lainnya, di event Piala Dunia U20, seharusnya Indonesia menjadi tuan rumah yang baik, dengan menerima segala konsekuensinya dari keputusan FIFA. Dan siapa pun tim dan dari mana asal negaranya diterima dengan baik.

“Tidak semua produk dari Israel ditolak masuk, atau digunakan orang karena banyak produk misalnya perangkat komputer juga berasal dari Israel. Asalkan Indonesia punya peran penting dan sikap politik konsisten dan tidak membuka hubungan diplomatik sampai saat ini dengan Israel,” paparnya.

Hal itu, lanjut dia, ada dua masalah untuk bisa dibedakan. Olahraga bisa memiliki unsur politis, jika misalnya pemerintah mengundang tim Israel untuk main sepakbola dengan PSSI. Sedangkan Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U20 harus bersaing dengan negara lainnya, apalagi tidak bisa menentukan siapa pemain yang akan bertanding di Indonesia. Karena tim nasional semua negara mengikuti seleksi pra piala dunia sebelumnya dan lolos di piala dunia. Salah satunya yang lolos timnas sepakbola Israel.

Sebelumnya, beberapa tokoh yang menyatakan penolakan keikutsertaan Israel dalam Piala Dunia U20, seperti Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dengan alasan memegang teguh amanat Bung Karno, Presiden pertama Indonedia untuk terus mendukung kemerdekaan Palestina. Lalu, Gubernur Bali, Koster pun sempat mengirimkan surat untuk menunda drawing Piala Dunia U20 di Bali, karena diikuti Timnas Israel. Dalam suratnya itu Koster beralasan Israel tidak ada hubungan diplomatik dengan Indonesia. (HS-06)

Mutasi Polri, Irjen Fadil Imran Jabat Kabarhakam Polri

Hasil Survei Surabaya Research Syndicate: Prabowo Unggul di Pulau Jawa