in

Ramah di Luar, Mematikan di Oktagon

Damir Ismagulov/dok.

 

HALO SPORT – Ramah di luar, tapi mematikan di oktagon. Itulah gambaran yang pas untuk Damir Ismagulov, petarung kelas ringan Ultimate Fighting Championship (UFC).

Pada UFC Vegas 27, 23 Mei lalu, Damir, yang merupakan rekan senegara Khabib Nurmagomedov tapi berdarah Kazakstan, sukses mengatasi Rafael Fiziev.

Ini kemenangan ke-15 secara beruntun Ismagulov sepanjang kariernya di mixed martial arts (MMA). Satu-satunya kekalahan pria 30 tahun terjadi pada 2015.

Meski ganas di oktagon, Damir punya sisi lain saat berada di luar arena. Dia selalu memberikan cokelat kepada lawan-lawannya.

Ismagulov memberikan cokelat itu tiap selesai berlaga. Tradisi unik ini sudah dilakoni sejak debutnya di UFC.

‘’Saya memberi dia (Alex Gorgees) sebuah topi dan cokelat,’’ tutur Damir mengenang debutnya di UFC.

Mengenai kebiasaan itu, Ismagulov mengaku hanya ingin menunjukkan keramahan dari orang Kazakstan.

‘’Saya memberikannya kepada semua orang yang saya hadapi di UFC,’’ tandasnya.

Damir dikenal rajin memukul KO lawannya. Ilmu bela diri tangan kosong ala militer Rusia menjadi dasar kekuatannya.

Bergabung dengan UFC pada 2018, Ismagulov semula membela panji-panji MMA bertajuk M-1. Di ajang itu, dia mampu mengalahkan petarung sangar seperti Raul Tutarauli dan Artem Damkovsky.

Damir meraih juara kelas ringan di M-1 selepas menaklukkan Maxim Divnich pada 2017. Sejauh ini dia telah mengukir empat kemenangan tanpa putus di UFC.

Kendati begitu, butuh perjuangan ekstra bagi Ismagulov untuk bersaing di kelas ringan UFC. Sebab, divisi ini dihuni mantan rival Khabib macam Conor McGregor, Dustin Poirier, hingga juara baru, Charles Oliveira.(HS)

Share This

Makin Yakin Tatap MotoGP Italia

Muh Zuhri dan Muh Rosyid Wakili Klaten Maju di Ajang Pemilihan Penyuluh Agama Teladan Jawa Tengah