Rakornas BNPB, Luhut Ingatkan Potensi Megathrust Selatan Jawa

Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penanggulangan Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) 2021 hari kedua, Kamis (4/3). (Foto : BNPB.go.id)

 

HALO SEMARANG – Indonesia merupakan salah satu dari 35 negara yang rawan bencana. Karena itu semua pihak harus siap untuk menghadapi.

Penegasan itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penanggulangan Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) 2021 hari kedua, Kamis (4/3).

Dalam acara bertema Knowledge Sharing “Bencana Geologi, Gempabumi, Tsunami, Erupsi Gunungapi” tersebut, hadir pula sejumlah menteri dan stakeholder kebencanaan di Tanah Air, baik secara langsung maupun daring.

Salah satu bencana yang rawan terjadi di Indonesia adalah gempa bumi. Bahkan luhut juga menyinggung potensi gempa megathrust di Pantai Barat Sumatera dan Pantai Selatan Jawa.

“Gempa merusak Indonesia selama Januari 2021, kalau Anda lihat di beberapa tempat, walaupun skalanya nggak besar, yang di Sulut, Talaud, itu magnitudonya sudah 7,1,” kata Luhut, seperti disiarkan melalui Youtube BNPB, Kamis (4/3).

Gempa seperti ini juga dapat menimbulkan tsunami atau bahkan megatsunami. Karena itu dia meminta para kepala daerah, untuk memahami bahwa ancaman tsunami tersebut nyata.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah desa di seluruh Indonesia terdapat 83.931 yang tersebar 34 provinsi.

“Seluruh desa di Indonesia hampir semua rawan terdampak tsunami. Jadi ayo para gubernur, bupati, kita wajib hati-hati dan selalu waspada,” katanya.

Luhut juga mengimbau agar para kepala daerah juga memasukkan mitigasi bencana dalam programnya, terutama untuk wilayah berisiko tinggi. Masyarakat juga sampai lengah dalam mewaspadai bencana.

“Jangan sekali lagi karena tidak ada bencana, setahun tidak ada, atau tiga tahun tidak ada, lantas besok tidak ada. Jangan berpikir seperti demikian. Besok bisa saja ada, atau pun setelah ini pun bisa ada. Karena tidak ada yang bisa mengatur gempa ini kapan terjadi. Jadi kita wajib waspada selalu,” tutup Luhut. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.