Halo Semarang
Take a fresh look at your lifestyle.

Rahmulyo: Perlu Ada Pendampingan dan Tenaga Konseling untuk Redam Kepanikan Masyarakat

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Rahmulyo Adi Wibowo (kanan) saat meninjau Puskesmas Pandanaran beberapa waktu lalu.

 

HALO SEMARANG – Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Rahmulyo Adi Wibowo berharap, Pemkot Semarang menyediakan relawan pendampingan dan tenaga konseling untuk masyarakat.

Hal ini untuk meminimalisir kepanikan masyarakat, di tengah simpang siurnya informasi tentang penyebaran virus corona.

“Saat ini banyak masyarakat yang panik karena pemberitaan yang sangat massif soal corona. Apalagi banyak hoax maupun disinformasi tentang corona yang tersebar dan tidak merujuk ke sumber informasi resmi,” katanya, Kamis (19/3/2020).

Dikatakan, masyarakat perlu ada informasi yang edukakatif dari sumber informasi resmi. Termasuk juga perlunya tempat konsultasi dengan tenaga psikiater agar meminimalisir kecemasan masyarakat.

“Peran konseling ini nantinya yang membantu kesadaran masyarakat atas trauma tentang corona. Seperti saat ada bencana, ada pendampingan psikologi paskabencana bagi korban bencana. Persoalan soal corona ini menurut saya penting untuk disikapi layaknya sebuah kejadian bencana. Karena banyak masyarakat yang panik bahkan bisa berdampak trauma di masyarakat,” paparnya.

Selain tenaga konseling, Pemkot Semarang juga perlu menyiapkan satu rumah sakit khusus untuk penanganan corona.

“Rumah sakit khusus ini penting, agar penanganan penyakit lain tak terabaikan. Jika semua kosentrasi ke masalah corona, kasihan pasien lain yang terganggu penanganannya. Apalagi jika sampai tertular saat pelayanan pemeriksaan bercampur dengan pasien corona,” paparnya.

Saat ini, kata Rahmulyo, rumah sakit rujukan di Kota Semarang ada di RS Tugu (milik provinsi) dan RS Kariadi (pusat). Pemkot bisa bekerja sama dengan dengan institusi lain, misal memanfaatkan rumah sakit Bhayangkara atau memanfaatkan salah satu puskesmas untuk penanganan khusus corona.

“Tujuannya agar penanganannya tidak bercampur dengan pasien umum. Jadi jika ada warga yang merasa tertular atau ingin periksa soal corona, bisa langsung ke rumah sakit itu. Bukan ke rumah sakit umum,” paparnya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang