in

Putus Kesenjangan antara Dunia Pendidikan dan Dunia Kerja, SMKN 6 Semarang Jalin Kerja Sama Dengan Kadin

Ketua Kadin Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara dan Kepala Sekolah SMK 6, Almiati tandatangani perjanjian kerja sama dengan SMK 6 Semarang, Rabu (17/2/2021).

 

HALO SEMARANG – Semangat kewirausahaan perlu diperkenalkan kepada siswa-siswa SMK. Hal ini menjadi pendekatan dasar kepada siswa sekolah vokasi bila ingin menjadi seorang wirausaha ke depan.

Maka untuk itu SMK Negeri 6 Semarang berusaha untuk “mengawinkan” pendidikan vokasi di sekolah dengan Industri Dunia Usaha dan Dunia Kerja (Iduka), dalam konsep pembelajaran siswa.

Hal itu dimaksudkan untuk memutus kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia kerja, agar lulusan SMK Negeri 6 Semarang bisa langsung siap kerja setelah lulus dari sekolah. Termasuk juga memiliki semangat dan mental berwirausaha.

“Membuat seseorang agar tertarik berwirausaha memang harus dengan penambahan wacana dan pengalaman dari praktisi. Sehingga biasanya banyak pertanyaan-pertanyaan tentang berwirausaha, misal terkendala modal dan lainnya. Maka dengan pengalaman para wirausaha sukses, kekhawatiran itu bisa dihilangkan,” papar Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara, usai menandatangani perjanjian kerja sama dengan SMK 6 Semarang, Rabu (17/2/2021).

Dalam kesempatan itu SMK 6 Semarang meneken MoU/perjanjian kerja sama dengan Kadin Semarang. Di mana Kadin melakukan pendampingan terhadap siswa-siswi SMK. Kegiatan akan dimulai bulan Maret 2021. Tujuannya untuk memberikan wacana dan semangat bagi siswa SMKN 6 Semarang agar memiliki mental berwirausaha.

Teknisnya, dalam satu bulan sekali akan ada satu pertemuan atau pengajaran oleh praktisi dari Kadin Semarang kepada siswa.

“Kami ada 6-10 tenaga praktisi yang akan berikan kuliah umum. Menceritakan beberapa langkah-langkah jatuh bangun menjalankan wirausaha, serta pengalaman lainnya,” jelasnya.

Dia menguraikan, dalam berwirausaha juga perlu bagaimana mengelola keuangan.

“Enam bulan ke depan siswa akan dapatkan pendampingan. Mudah-mudahan ada ketertarikan untuk berwirausaha dari para siswa. Agar bisa juga sefrekuensi dengan para pengusaha yang lebih dulu menjalani bidangnya,” bebernya.

Kepala Sekolah SMK 6, Almiati menerangkan, sekolah yang dipimpinya punya visi mencetak wirausaha, selain menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang siap kerja.

“SMK sebagai pusat keunggulan (Center of Excellence) tidak hanya menyiapkan peralatan dan hard skill bagi siswa. Melainkan lebih mengutamakan soft skill berupa kaeakter, budaya etika,” jelasnya.

Dengan pendampingan langsung oleh para praktisi dari Kadin, maka siswa akan mendapatkan langsung gambaran budaya kerja dan berwirausaha yang baik dan benar.

“Kami berharap kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia kerja semakin terkikis. Jadi lulusan kami bisa langsung bekerja, baik di perusahaan maupun berani berwiraswasta,” katanya.

Waka Humas SMKN 6 Semarang, Wihantina Rahayu menambahkan, hadirnya para pengusaha di Kadin akan memberikan semangat tersendiri bagi siswa. Ini memberi pilihan siswa atas jalan apa yang akan diambil setelah lulus nantinya.

“Sebelumnya kita juga bekerja sama juga dengan industri seperti perhotelan. Selain siswa punya kesempatan magang, guru pun demikian. Ini menyelaraskan kurikulim sebagai link and match antara dunia industri dan sekolah vokasi,” jelasnya.(HS)

Share This

UPGRIS Gelar Wisuda Ke-68 Secara Daring dan Luring

Langgar PPKM, Hajatan di Boyolali Dibubarkan Satgas Covid-19