in

Pusat Kuliner di Kawasan Simpanglima Akan Sesuaikan Jam Operasional

Suasana Pusat jajanan dan kuliner di Kawasan Simpanglima Semarang.

 

HALO SEMARANG – Pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) kembali diambil Pemerintah Kota Semarang untuk menekan lonjakan kasus Covid-19 yang mengkhawatirkan. Selain Pemerintah Kota Semarang mengeluarkan aturan dengan penutupan seluruh tempat hiburan dan wisata, kebijakan ini juga berlaku untuk aktivitas tempat usaha seperti pusat kuliner. Salah satunya di pusat kuliner di kawasan Simpanglima Semarang.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fravarta Sadman mengatakan, untuk saat ini pedagang di pusat kuliner Simpanglima akan mematuhi aturan dari Pemerintah Kota Semarang. Tentunya, mereka juga akan menutup operasional mengikuti aturan jam buka tutup usaha menjadi lebih awal, yakni pukul 20.00 yang sebelumnya tutup pukul 22.00.

“Begitu juga aktivitas pusat kuliner Simpanglima otomatis akan tutup operasionalnya jika rencana penutupan akses menuju kawasan Simpanglima diberlakukan. Untuk saat ini hanya diatur dengan dibatasi waktu buka dan tutup operasional lebih awal, yaitu pukul 20.00,” katanya, Rabu (23/6/2021).

Nantinya, kata dia, jika akses jalan ditutup menuju kawasan Simpanglima, otomatis tempat usaha akan menyesuaikan Perwal revisi PKM untuk menekan lonjakan Covid-19 di Kota Semarang.

“Perwal ini harapannya juga diikuti semua warga. Saat ini kekhawatiran kita Covid-19 tidak terkendali, semua warga harus mengendalikan diri. Kita pernah berhasil mengatasi penularan Covid-19 yang beberapa waktu lalu,” ucapnya.

Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari mengatakan, peraturan wali kota mengenai kebijakan penutupan semua tempat hiburan dan tempat wisata tersebut diakuinya sudah diteruskan kepada seluruh pengelola tempat hiburan dan wisata yang ada di Kota Lumpia ini.

Jenis tempat hiburan yang ditutup sementara, antara lain karaoke, SPA, bar and longue, bioskop, tempat permainan anak-anak. Sedangkan, tempat usaha di antaranya rumah makan, resto, dan kafe boleh buka operasionalnya hingga maksimal pukul 20.00.

“Resto, kafe, rumah makan masih bisa buka tapi tidak boleh menyuguhkan hiburan karena tempat hiburan saja dilarang. Jadi, resto kembali ke fungsi awal, yakni untuk makan,” kata Iin, sapaannya.

Iin melanjutkan, pemantauan dan pengawasan terhadap tempat hiburan, wisata, maupun tempat usaha akan dilakukan bersama Satpol PP, kecamatan, dan kelurahan. Pihaknya akan menutup paksa tempat hiburan atau wisata yang nekat tetap buka.

“Jika sudah ditutup paksa namun bandel tetap membuka, petugas akan melakukan pengecekan kembali. Saya juga mengimbau seluruh tempat usaha agar menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Dan lebih baik pesan antar atau pesan bawa pulang guna mengantisipasi kerumunan dan mencegah penyebaran Covid-19,” pungkasnya.(HS)

Share This

Gibran Pantau Vaksinasi Bus Keliling di Pucangsawit dan Korem 074/ Warastratama

Puskesmas di Pekalongan Jadi Rumah Sakit Darurat, Ganjar: Daerah Lain Mesti Tiru