Purworejo Masuk Daerah Risiko Tinggi Bencana Alam

Apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana alam, Kamis (22/10/) di Jalan Proklamasi depan Kantor Bupati Purworejo. (Foto:purworejokab.go.id)

 

HALO PURWOREJO – Kabupaten Purworejo masuk dalam daerah berisiko tinggi bencana alam. Karena itu semua pihak harus meningkatkan kewaspadaan dan melakukan berbagai tindakan preventif.

Penegasan itu disampaikan Dandim 0708 Purworejo Inf Lukman Hakim SSos Msi, ketika memimpin apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana alam, Kamis (22/10/). Kegiatan di Jalan Proklamasi depan Kantor Bupati Purworejo itu, diikuti oleh unsur TNI/Polri, BPBD, Satpol PP dan Damkar, IOF, Banser, dan sejumlah lembaga terkait yang selama ini berperan dalam penanggulangan bencana.

Apel juga dihadiri Pjs Bupati Purworejo Ir Yuni Astuti MA, Wakil Ketua DPRD Frans Suharmaji SE MM, Wakapolres Kompol Asep Supiyanto, Kalak BPBD Purworejo, dan sejumlah pejabat terkait.

Dandim menjelaskan, berdasarkan kajian risiko bencana, wilayah ini menenmpati peringkat kedua dari 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah, setelah Cilacap. Adapun menurut perhitungan BNPB tentang Indeks Resiko Bencana Indonesia (IRBI), Kabupaten Purworejo menempati urutan ke-18 dari 496 kabupaten dan kota di Indonesia, dengan skor 215. Ini masuk kategori resiko tinggi.

Lanjut Dandim, Purworejo memiliki karakteristik bencana yang unik, di mana setiap terjadi banjir pasti juga terjadi tanah longsor. Untuk menanggulangi bahaya ancaman bencana itu diperlukan adanya perubahan perilaku menuju budaya aman bencana.

“Sosialisasi, gladi lapangan serta keterpaduan pemerintah dengan masyarakat serta dunia usaha sangatlah diperlukan dalam rangka menurunkan resiko dari bencana tersebut,” kata Lukman.

Selain itu, respons cepat dan terpadu pemerintah dan masyarakat juga sangat diperlukan. Dengan demikian penanggulangan bencana dapat berjalan cepat, tepat, efisien dan efektif.

Lanjut dia, sesuai dengan amanat undang-undang, paradigma penanggulangan bencana telah berubah dari responsif menjadi preventif. Adapun salah satu bentuk tindakan preventif tersebut adalah kesiapsiagaan.

Karena itu membentuk kesadaran masyarakat, agar mempunyai wawasan lingkungan yang luas, juga merupakan tugas bersama. Jika masyarakat sadar, diharapkan masalah lingkungan akan dapat teratasi.

“Marilah kita mulai peduli pada lingkungan. Ajaklah anak-anak dan keluarga kita, untuk mencintai dan menghargai lingkungan, Tindakan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, juga merupakan partisipasi kecil dalam menjaga lingkungan,” kata Lukman. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.