Punya Riwayat Jantung Coroner, Bupati Banjarnegara Tetap Bersedia Divaksin Covid-19

Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono (kanan) menjalani vaksinasi di rumah dinas, Jumat (5/3) sore. (Foto : Banjarnegarakab.go.id)

 

HALO BANJARNEGARA – Meski punya riwayat penyakit jantung coroner, Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono, tetap bersedia divaksin anti Covid-19.

Pelaksanaan vaksinasi berlangsung di rumah dinas bupati, Jumat (5/3) sore, diikuti oleh Sekda Drs Indarto MSi, dan seluruh karyawan atau karyawati di lingkungan rumah dinas bupati.

Vaksinasi juga diikuti oleh beberapa awak media, yang baru bisa mendapatkan vaksin. Jumlah peserta mencapai 30 orang lebih.

“Benar, saya memang ada riwayat jantung coroner, bahkan sudah dipasang ring, tapi saya tetap minta divaksin. Karena vaksin ini sangat penting. Ini vitamin dan imunitas,” kata Bupati Budhi, seperti dirilis Banjarnegarakab.go.id.

Lebih lanjut Bupati mengimbau siapapun untuk bersedia divaksin, agar wabah corona segera mereda.

“Ayo warga Banjarnegara. Jangan ragu untuk divaksin, karena ini sangat penting. Biar sehat, punya imun dan antibodi sehingga covid segera pergi. Nanti masyarakat bisa lebih aman bekerja sehingga ekonomi bangkit lagi,” ajaknya.

Terkait dengan hal tersebut, Sekda Drs Indarto MSi juga menyatakan hal sama. Didampingi istri, Sri Rejeki, dia mengajak ASN, tokoh masyarakat dan kaum wanita, terutama kader PKK dan Dharma Wanita untuk jadi pioner dalam memasyarakatkan vaksin ini.

“Ayo para ASN dan ibu-ibu PKK serta dharma wanita, giatkan vaksin Covid-19 di masyarakat sekitar. Kita dukung upaya pemerintah untuk menyehatkan masyarakat,” serunya.

Memberi Contoh

Kepala Dinkes Banjarnegara, dokter Latifa Hesty, mengapresiasi kesediaan bupati dan keluarga yang telah bersedia divaksin dan terus mengajak masyarakat tersebut.

“Bapak Bupati telah memberikan contoh nyata yang sangat baik bagi masyarakat, meski ada riwayat jantung. Jadi tidak ada alasan bagi warga yang sehat untuk meneladani Pak Bupati, yakni melakukan vaksin untuk mencegah penyebaran virus covid-19,” kata dia.

Salah seorang karyawan di lingkungan rumah dinas bupati yang divaksin, Anton, mengaku senang dengan adanya vaksinasi tersebut. Sebab hal tersebut sangat berkaitan dengan keamanan dan kelancaran pekerjaannya.

“Tentunya senang, sebab banyak sekali tamu yang menghadap Bupati dan kita tidak tahu riwayat kesehatan masing masing, sehingga sangat rawan bagi kami. Tadi pas di vaksin nggak sakit kok, rasanya kayak digigit semut rang rang, tapi cuma sesaat,” ujarnya.(HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.