in

Punya Ratusan Anggota, Ini Peran Komunitas Railfans Daop Empat

Ketua Komunitas Railfans Daop Empat (KRDE) saat ditemui di acara Napak Tilas 155 Tahun Perjalanan Kereta Api Pertama di Indonesia, baru-baru ini.

AWAL terbentuknya Komunitas Railfans Daop Empat (KRDE), ditujukan untuk mewadahi para pecinta kereta api di Kota Semarang dan sekitarnya. KRDE dibentuk pada 20 Agustus 2014, di Stasiun alastua Semarang. Selain untuk mewadahi para pehobi kereta api, juga bisa lebih kompak dalam melakukan kegiatan bersama terkait seluk beluk perkereta apian.

Seperti bersama-sama Humasda Daop 4 Semarang melakukan sosialisasi keselamatan di perlintasan kereta api, guna mensosialisasikan kepada pengendara yang melintas di perlintasan kereta api agar lebih waspada. Misalnya, beberapa waktu lalu, pihaknya melaksanakan sosialisasi keselamatan di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) di Jalan Bangetayu (Bugen Tlogosari) Semarang.

“Mengingatkan pengendara tidak menerobos palang kereta api, juga sosialisasi dan kampanye simpatik anti pelecehan seksual di kereta api. Karena akhir-akhir ini kejadian tersebut sedang menjadi perhatikan oleh KAI, agar penumpang di dalam kereta lebih nyaman dan aman,” terang Danang Hadi Kuswantoro, Ketua Komunitas Railfans Daop Empat (KRDE), saat ditemui di Stasiun Tanggung, Kabupaten Grobogan, dalam Acara Napak Tilas 155 Tahun Perjalanan Kereta Api Pertama di Indonesia yang digelar KAI Daop 4 Semarang, baru-baru ini.

Selanjutnya, kata Danang, selain melakukan sosialisasi program-program KAI, pihaknya menggelar kunjungan edukasi ke Balai Yasa dan Depo Lokomotif di seluruh pulau Jawa. “Kegiatan tersebut bertujuan agar para penggemar kereta api lebih mengetahui seluk beluk tentang perawatan dan perbaikan kereta,” katanya.

Terkait acara Napak Tilas perjalanan dari Stasiun Semarang menuju Stasiun Tanggung, Kabupaten Grobogan, dirinya sangat antusias dan menyambut baik kegiatan yang bernilai sejarah tersebut. “Karena bisa mengingatkan pembangunan jalur pertama kereta api di Indonesia, yaitu stasiun Semarang ke Tanggung.

Di mana, Stasiun Tanggung merupakan salah satu dari tiga stasiun tertua di Indonesia, bersama Stasiun Alastua, Brumbung (Mranggen), dan Stasiun Samarang (Tambaksari) di Kampung Spoorland. Bahkan menurut pengamat Sejarah Kota Semarang, bahwa Stasiun Samarang tercatat sebagai stasiun pertama di Indonesia. Stasiun ini dibuka pada 10 Agustus 1867. Sekarang konstruksinya sudah terbenam tanah dan terendam rob.

Dikatakan Danang, anggota KDRE saat ini beragam, baik pelajar, pegawai dan pesiunan. Jumlah anggota yang aktif sekitar 135 orang meliputi perwakilan dari Semarang, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Ambarawa serta Salatiga.

Sedangkan syarat pendaftaran untuk menjadi anggota KDRE, kata dia, caranya cukup mudah. “Hanya menghubungi salah satu pengurus KDRE, kemudian mengikuti salah satu kegiatan yang digelar, biar makin mengetahui kegiatan terkait komunitas ini. Yang paling utama, syaratnya adalah mereka yang menyukai kereta api,” katanya.(HS)

Antusiasme Warga Kendal untuk Meriahkan HUT Kemerdekaan RI

Hadiri Pengajian di Pegandon, Ini yang Disampaikan Wakil Bupati Kendal