Puncak Peringatan HUT ke-474 Kota Semarang Akan Digelar Sederhana

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi memimpin agenda ziarah tahunan Pemkot Semarang ke makam Sunan Pandanaran II atau Sunan Bayat di Bayat, Klaten, Selasa (23/3/2021).

 

HALO SEMARANG – Tak seperti tahun lalu di mana puncak peringatan digelar secara tele konferensi, tahun ini Pemerintah Kota Semarang kembali menggelar upacara peringatan HUT ke-474.

Meski demikian, puncak peringatan HUT yang akan diselenggarakan di lingkungan Balai Kota Semarang pada Minggu (2/5/2021) pagi, akan digelar secara terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

“Tahun lalu kita masih belajar. Dari hasil pembelajaran itu yang terpenting hari ini adalah penerapan protokol kesehatan secara ketat dalam setiap kegiatan,” ungkap Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi belum lama ini.

Rencananya puncak HUT ke-474 akan digelar dengan peringatan upacara namun terbatas pada jumlah peserta, perwakilan setiap OPD dan organisasi masyarakat, serta tamu undangan yakni jajaran Forkopimda.

Penerapan protokol kesehatan ketat dalam peringatan upacara tersebut menjadi prioritas mengingat jumlah pasien Covid-19 di Kota Semarang masih fluktuatif.

“Ini sebagai antisipasi, yang penting peringatan HUT sebagai momentum bersejarah bagi Kota Semarang tetap terselenggara,” ungkap Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi.

Meski demikian, Hendi tetap mengajak warganya untuk berpartisipasi mengikuti puncak peringatan HUT ke-474 yang akan digelar secara virtual melalui kanal Youtube Semarang Pemkot.

Karena peringatan HUT ke-474 bersamaan dengan momentum bulan Ramadan, Hendi pun menginisiasi peringatan HUT Kota Semarang agar digabungkan sekaligus dengan kegiatan bulan Ramadan.

Sehingga pasca upacara peringatan, malam harinya, Hendi beserta jajarannya mengadakan peringatan Nuzulul Qur’an dan Salat Tarawih sekaligus tasyakuran HUT ke-474 Kota Semarang di Balai Kota Semarang.

Ustaz KH Wijayanto dari Jakarta pun berkenan untuk memberikan tausiyah dan doa dalam tasyakuran tersebut. Seperti halnya upacara peringatan HUT, tasyakuran pun tetap digelar terbatas bersama dengan jajaran Forkopimda, agar tak menimbulkan kerumunan.

Acara tasyakuran dan Nuzulul Quran pun sedianya juga dapat diikuti secara virtual oleh warga.

Dalam dua edisi HUT Kota Semarang pada 2020 dan 2021 ini memang digelar secara sederhana dan terbatas.

Namun warga Kota Semarang patut berbangga karena rangkaian peringatan HUT kali ini digelar lebih meriah dengan beragam perlombaan, namun tetap menerapkan protokol kesehatan.

Kebanggaan tersebut semakin meningkat mengingat di tengah kondisi pandemi, Kota Semarang masih mencatatkan hasil-hasil pembangunan positif di tengah keterbatasan.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.