in

Puncak HUT Kota Semarang, 3.000 Penari Akan Menari di Jalan Pemuda

foto ilustrasi Lomba Tari Denok Kenang Semarangan.

 

HALO SEMARANG – Sebanyak 3.000 penari rencananya akan menari di Jalan Pemuda, Semarang, untuk memeriahkan HUT ke-472 Kota Semarang, Kamis (2/5/2019) pukul 07.00. Pj Sekda Kota Semarang, Agus Riyanto mengatakan, selain menari bersama 3.000 penari, dalam puncak perayaan HUT Kota Semarang itu rencananya juga akan diikuti 16.000 peserta yang akan mengikuti prosesi tersebut.

“Ini adalah bentuk apresiasi warga atas puncak peringatan ulang tahun Kota Semarang. Ada 16 ribu orang yang nanti akan terlibat. Selain itu ada pagelaran pentas tari yang diikuti 3.000 penari. Selain ASN, dan warga, kami juga melibatkan pelajar, sanggar tari, kelompok masyarakat, TNI, dan Polri,” katanya, Selasa (23/4/2019).

Para penari tersebut, rencananya akan menarikan Tari Semarangan. Dengan pelibatan massa yang cukup banyak, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dishub dan pihak kepolisian untuk rencana penutupan beberapa ruas jalan dan rekayasa lalu lintas. Diharapkan, masyarakat tak terganggu dengan kegiatan ini, apalagi tanggal 2 Mei bukanlah hari libur nasional.

“Harapannya semua warga bisa menyambut hari jadi Kota Semarang ini. Di lingkup RT bisa menggelar syukuran. Lurah dan camat juga harus mensosialisasikan ke warga bahwa tanggal 2 Mei adalah hari jadinya Kota Semarang,” katanya.

Selain perayaan HUT Kota Semarang yang dilaksanakan tanggal 2 Mei, pada tanggal 4 Mei Pemkot Semarang juga akan menggelar proses Dugderan untuk menyambut Bulan Puasa.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang bakal menampilkan warak raksasa dalam prosesi Dugderan ini. Warak setinggi enam meter tersebut akan ditampilkan dalam kegiatan yang akan dilaksanakan pada, Sabtu (4/5/2019) pukul 15.00.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Indriyasari mengatakan, gelaran Dugderan tahun ini akan menampilkan warak raksasa untuk membuat kesan berbeda dari gelaran sebelumnya.

“Warak ini merupakan sponsor dari perhimpunan hotel dan restoran Indonesia (PHRI),” kata Iin, sapaan akrabnya, Selasa (23/4/2019).

Adapun arak-arakan Dugderan akan dimulai dari Balai Kota Semarang, menuju Masjid Kauman Semarang, dan dilanjutkan hingga Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

“Prosesinya upacara di Balai Kota, lalu arak-arakan ke Masjid Agung Semarang. Di sana ada prosesi sebentar, dilanjutkan ke MAJT dan disambut oleh Pemerintah Provinsi,” bebernya.(HS)

Banyak Pemilih Tanpa Form A5, Lima TPS di Semarang Gelar Pemungutan Suara Ulang

Pimpin Ziarah Jelang HUT, Mbak Ita Minta Generasi Muda Tak Lupakan Sejarah