Halo Semarang
Take a fresh look at your lifestyle.

Puluhan Seniman Akan Terlibat di Pazaarseni Semarang 2019

Salah satu karya dari seniman lukis yang dipamerkan di sekretariat Dekase di komplek TBRS jalan Sriwijaya, Semarang, Rabu (11/9/2019).

 

HALO SEMARANG – Puluhan seniman, baik dari seni rupa, musik, teater, sastra, tari, akan terlibat dalam Pazaarseni di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang pada Jumat-Minggu (13-15 September 2019).
Secara umum kegiatan kali ini akan sama dengan pagelaran Pazaarseni yang digelar tahun sebelumnya.

Nantinya, akan ada 15 stand yang diisi oleh perupa yang berasal dari berbagai daerah, seperti Kudus, Jepara, dan Demak serta daerah lainnya. Bahkan dari perupa asal India akan terlibat dalam acara tersebut.

Ketua Panitia Pazaarseni 2019, Adhitia Armitrianto mengatakan, dalam event kali ini mengambil tema “Semaranghebart” dan melibatkan banyak seniman dan komunitas seni yang ada. Salah satunya dengan mengajak komunitas seni rupa Raden Saleh, serta perupa lainnya dari berbagai daerah.

“Nanti akan ada sebanyak 15 stand, dan satu tenda yang akan diisi oleh sekitar 20 lebih perupa. Seperti di antaranya pelukis beraliran realis Paminto, Wati Krisna, dan beberapa perupa perempuan lainnya. Lalu ada stand lukisan antik, kartun gold pensil, taman wisata kopeng (salah satu sponsor), serta dari komunitas pelukis Demak, Jepara, Taring padi Jogja, lukis sepatu, lukis botol, dan lainnya,” terang Adhitia, Rabu (11/9/2019).

Acara ini, lanjut dia bertujuan untuk mempertemukan antara perupa dengan calon buyer. Sehingga diharapkan, perupa bisa menjual hasil karyanya dengan harga yang terjangkau.

“Harganya terjangkau dan bervariasi, yakni berkisar di bawah Rp 10 juta,” imbuhnya.

Memang di Kota Semarang, kata dia, terkenal banyak pelukis realis. Sehingga diharapkan, ada proses interaksi dan bertukar pengalaman antara seniman Semarang dan seniman daerah lain.

Tak hanya seni rupa, kesenian lain akan ditampilkan dalam event ini. Di antaranya melibatkan banyak sastrawan Semarang, seniman teater, musik, dan tari. Ada panggung yang disiapkan guna menampilkan karya seniman ini.

Adapun, penari yang akan dilibatkan dalam Pazaarseni, yaitu dari SMA Negeri 1 Semarang, SMA Negeri 16 Semarang, mahasiswa Unnes dan Yoso Budoyo serta lainnya. Kemudian ada penampilan berupa tarian yang membawakan judul tarian Manggar Mayang dan Kembar Mayang.

“Sedangkan untuk acaranya Jumat (13/9/2019) siang nanti ada prosesi pembukaan, sorenya orasi kebudayaan, dilanjutkn diskusi kebangsaan. Malamnya pemutaran film, performance art. Hari berikutnya Sabtu (14/9/2019) pagi ada diskusi buku, anatomi seni rupa Jateng, Forum Dewan Kesenian Daerah se-Jateng, pentas tari, teater.

Hari terakhir, Minggu (15/9/2019) pagi, ada melukis bareng on the spot di Kota Lama. Dan siangnya ada pertujukan musik dari berbagai aliran sampai malamnya,” katanya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang