Puluhan Orang Ditangkap Karena Buang Sampah Sembarangan

Petugas Tim Gabungan Operasi Tangkap Tangan Pengawasan Sampah, mendata warga yang terpergok membuang sampah bukan pada tempatnya. (Foto : jatengprov.go.id)

 

HALO PEKALONGAN – Razia oleh Tim Gabungan Operasi Tangkap Tangan Pengawasan Sampah, sejak awal November, berhasil menangkap puluhan orang yang terperpergok membuang sampah di sembarang tempat

Tim yang terdiri atas petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan, Satuan Polisi Pamong Praja, aparat kepolisian, dan Komunitas Sapu Lidi itu, langsung memberikan sanksi pada para pelanggar.

Kepala Seksi Pengawasan, dan Penaatan Hukum Lingkungan DLH Kota Pekalongan, Zaenal Arifin mengungkapkan, ada 27 orang yang tertangkap tangan pada operasi tersebut.

Menurutnya, kegiatan OTT merupakan upaya tindak lanjut dari Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 81 Tahun 2019 mengenai Insentif dan Disinsentif Pengelolaan Sampah.

“Sejauh ini kami sudah melakukan pengawasan di 12 titik lokasi rawan yang dijadikan tempat membuang sampah sembarangan oleh oknum tidak bertanggung jawab tersebut di antaranya di sepanjang Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Jenderal Soedirman,Jalan Salak, Jalan Sultan Agung, Jalan Dr Sutomo, dan sebagainya,” kata Zaenal, seperti dirilis jatengprov.go.id.

Warga yang tertangkap tangan, diberi sanksi ringan, berupa teguran lisan dan sanksi sosial seperti membersihkan lingkungan.

“Kami memantau dan mengawasi masyarakat yang masih bandel membuang sampah bukan pada tempatnya. Mereka yang tertangkap dalam OTT, kami berikan pembinaan lisan dan sanksi sosial, berupa menyapu jalan di lokasi mereka membuang sampah sembarang. Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ini yang masih terus kami tumbuhkan agar tidak lagi membuang sampah sembarangan,” tutur Zaenal.

Menurut Zaenal, berdasarkan pantauan tim selama di lapangan, pembuangan sampah di sembarangan tempat, dilakukan pada waktu-waktu tertentu, yakni pukul 05.00-08.00 (pagi hari), pukul 16.00-18.00 (sore hari), dan pukul 19.00-24.00 WIB

“Mayoritas mereka ini belum mengindahkan aturan-aturan yang telah diterbitkan pemerintah, bahkan kami juga telah memasang sejumlah rambu dan peringatan larangan membuang sampah tapi tetap masih ada yang melanggar. Jadi kami mohon, masyarakat Kota Pekalongan untuk mulai meningkatkan kesadaran membuang sampah pada tempat yang telah disediakan, jika lingkungan kita bebas sampah, otomatis kota kita juga akan terlihat bersih, indah, dan nyaman dan berdampak baik untuk masyarakat menjadi lebih sehat dan terbebas dari penyakit,” tandasnya.

Zaenal menambahkan, selain pengawasan permasalahan sampah di darat, lanjut Zaenal, DLH melalui Tim Jogo Kali rutin berpatroli di berbagai wilayah untuk menangani sampah di sungai sekaligus melakukan pengawasan terhadap masyarakat yang membuang sampah di sungai.

Tanam Pohon

Tak hanya menangani masalah sampah, DLH Kota Pekalongan juga telah melaksanakan gerakan menanam 2.000 batang pohon jenis Bintaro, di kawasan Degayu hingga Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kota Pekalongan, Jumat (13/11) lalu.

Aksi tersebut dilakukan untuk memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) 2020, tiap tanggal 5 November.

Kepala DLH, Purwanti, menyampaikan, penanaman pohon tersebut merupakan upaya menjadikan kawasan Degayu sebagai kawasan Zona Penyangga (Buffer Zone), mengingat letaknya berdekatan dengan TPA. Penanaman pohon diharapkan bisa mengurangi bau tidak sedap yang berasal dari TPA.

“Jenis pohon ini kami pilih karena memang bisa tahan salinitasi atau kadar keasinan sehingga kami berharap dapat tumbuh dengan baik,”imbuh Purwanti. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.